Sponsors Link

Asam Urat pada Lansia: Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

Sponsors Link

Lansia atau lanjut usia adalah suatu fase dalam kehidupan yang tidak semua orang akan melalui fase ini, lansia secara medis merupakan orang-orang yang berusia diatas 65 tahun. Lansia akan mengalami penurunan fungsi pada seluruh organ mereka, oleh karena itu lansia lebih rentan menderita sakit dibandingkan orang dewasa.

ads

Asam urat merupakan suatu senyawa kimia yang terbentuk di tubuh akibat pemecahan purin. Purin merupakan suatu substansi yang ada di DNA dan RNA pada tubuh manusia oleh karena itu purin selain bisa didapatkan pada makanan juga terdapat di dalam tubuh.

Setiap sel membutuhkan keseimbangan purin untuk pertumbuhan, proliferasi dan bertahan hidup suatu sel. Oleh karena itu apabila purin terlalu sedikit tubuh akan melakukan mekanisme untuk sedikit memecah purin sehingga asam urat dalam darah akan sedikit atau disebut hiperurisemia, sedangkan apabila purin dalam tubuh banyak maka purin harus didegradasi dengan cara mengubah purin menjadi asam urat, hal ini mampu menyebabkan kadar asam urat menjadi tinggi atau disebut hiperurisemia.

Peningkatan kadar asam urat menyebabkan beberapa penyakit pada manusia. Kadar asam urat yang dikatakan naik apabila nilainya 7 mg/dl (pria) dan 6 mg/dl (wanita). Nilai ini bisa berbeda tergantung laboratorium. Penyebab naiknya kadar asam urat pada lansia bisa dibagi menjadi dua bagian besar yaitu primer dan sekunder.

Penyebab Hiperurisemia Primer

Hiperurisemia primer merupakan kenaikan asam urat yang disebabkan oleh gangguan dari pembentukan dan pembuangan asam urat secara langsung. Berikut ialah penyebab hiperurisemia primer:

  • Produksi Asam Urat Meningkat

Kenaikan produksi asam urat seperti yang dijelaskan sekilas berasal dari metabolisme suatu substansi bernama purin, purin sendiri terdapat diseluruh sel karena merupakan bagian dari DNA dan RNA yang ada di seluruh sel. Purin akan dilepaskan oleh sel ketika sel mengalami kerusakan. Pada lansia, kerusakan sel akan lebih banyak dibandingkan orang dewasa umumnya. Pelepasan purin oleh sel ini akan membuat produksi asam urat meningkat.

Selain terdapat di seluruh sel purin juga bisa didapatkan dari berbagai makanan oleh karena itu banyaknya purin di dalam tubuh akan membuat tubuh memetabolisme menjadi asam urat. Berikut ini adalah makanan yang mengandung purin dan rekomendasi konsumsinya menurut American Family Physician:

  1. Tinggi (sebaiknya dihindari): Hati, ginjal, usus, ikan asin, sarden, kerang, minuman berakohol.
  2. Sedang (boleh dimakan sesekali): Asparagus, kepiting, bebek, kacang merah, daging babi, udang, bayam, jamur, lobster, tiram, melinjo.
  3. Rendah (tidak ada batasan): minuman berkarbonasi, kopi, biji-bijian, keju, telur, tomat, makaroni.
  • Gangguan Ginjal

Asam urat merupakan produk sisa yang seperti produk sisa lainnya harus dibuang oleh tubuh karena bisa berbahaya bagi tubuh. Asam urat utamanya akan diekskresikan oleh ginjal. Gangguan ginjal akan membuat asam urat tidak mampu dibuang oleh tubuh dan akan berada di dalam darah. Pada lansia, fungsi ginjal akan menurun setiap tahunnya, oleh karena itu asam urat bisa meningkat pada lansia. Beberapa gangguan ginjal yang mampu meningkatkan asam urat ialah gagal ginjal kronis, penyakit polikistik ginjal, hipertensi.

Penyebab Hiperurisemia Sekunder

Sedangkan hiperurisemia sekunder merupakan kenaikan asam urat secara tidak langsung atau kenaikan asam urat yang disebabkan oleh kondisi lain yang meningkatkan asam urat. Berikut merupakan penyebab hiperurisemia sekunder:

  • Obat-obatan

Beberapa obat-obatan mampu meningkatkan asam urat, Beberapa obat yang mampu meningkatkan asam urat ialah ethanol, cyclosporine, thiazide, furosemide, ethambutol, aspirin (dosis rendah), levodopa, vit B12. Obat-obatan ini mampu mengganggu fungsi ginjal.

Sponsors Link

  • Gangguan Metabolik

Beberapa gangguan metabolik seperti dehidrasi, asidosis laktat, ketosis, diabtes, hypothyroidisme, hiperparatiroidisme mampu mempengaruhi kerja ginjal yang akan mempengaruhi ekskresi asam urat dalam tubuh.

  • Kanker

Kanker merupakan kondisi sel membelah secara berlebihan, hal ini mampu menyebabkan pelepasan purin lebih banyak dari normal yang akan menyebabkan kadar asam urat naik. Pengobatan kanker melalui kemoterapi yang akan membunuh sel kanker juga meningkatkan pelepasan purin sehingga kadar asam urat juga ikut naik.

Fase Asam Urat

Kenaikan asam urat bisa menyebabkan beberapa kondisi medis, berikut ialah kondisi medis yang diakibatkan oleh kenaikan asam urat:

  • Hiperurisemia Asimptomatis

Kenaikan asam urat tidak selalu menimbulkan gejala pada tubuh, menurut penelitian hanya 20% orang yang bertahun-tahun yang akan bermanifestasi menjadi gout arthritis, yaitu radang pada sendi yang diakibatkan oleh karena kenaikan asam urat. Namun beberapa orang yang menderita gout arthritis tidak ditemukan kenaikan asam urat. Disebut hiperurisemia asimptomatis apabila belum pernah terkena serangan gout arthiris sebelumnya.

  • Gout Arthritis

Seperti penjelasan diatas, gout arthritis adalah peradangan pada sendi  yang secara spesifik diakibatkan oleh deposisi atau terkumpulnya asam urat yang akan membentuk kristal monosodium urat pada jaringan yang ada di sekitar sendi. Gout arthritis sendiri terdiri dari 3 stadium yaitu:

  1. Stadium akut: Nyeri mendadak, kemerahan pada sendi, keterbatasan gerak, bengkak pada sendi. Umumnya terjadi pada sendi kecil seperti sendi jari tangan dan sendi jari kaki namun bisa mengenai sendi siku dan tumit. Serangan awal pada biasanya terjadi pada satu sendi namun pada lansia lebih sering pada banyak sendi.
  2. Stadium interkritikal: fase ini merupakan fase asimptomatis ketika serangan akut telah membaik, fase ini digunakan oleh para dokter untuk mengurangi asam urat agar tidak menjadi stadium kronis.
  3. Stadium kronis: Serangan gout arthritis yang berulang, biasanya terjadi serangan selanjutnya kurang dari 1 tahun. Sebanyak 60% akan memasuki fase ini.

Komplikasi Asam Urat

Selain gout arthritis, kadar asam urat yang tinggi mampu menyebabkan beberapa kondisi lainnya. Berikut adalah beberapa kondisi jangka panjang yang mungkin terjadi apabila kadar asam urat pada lansia tidak terkontrol:

Sponsors Link

  • Tophi

Tophi merupakan tonjolan kecil berwarna putih atau kuning biasanya tidak nyeri yang merupakan tumpukan kristal asam urat. Tophi bisa muncul di tempat-tempat yang menyebabkan gangguan pada kegiatan sehari-hari. Tophi juga bisa meradang yang juga akan mengeluarkan cairan seperti nanah.

  • Kerusakan Sendi

Kerusakan sendi permanen juga merupakan bahaya lain dari kadar asam urat yang tidak terkontrol. Kondisi ini akan membuat lansia merasakan nyeri terus menerus. Kerusakan sendi ini kebanyakan bersifat permanen sehingga dibutuhkan operasi untuk memperbaiki kondisi tersebut.

  • Serangan Jantung

Gout merupakan faktor risiko tertinggi kedua setelah rokok dan riwayat penyakit jantung keluarga yang akan menyebabkan serangan jantung. Penelitian menunjukkan kenaikan serangan jantung sebanyak 26% untuk pria dan 39% untuk wanita. Dipercaya, hal ini disebabkan oleh asam urat yang berlebihan yang merupakan zat beracun bagi tubuh yang akan merusak jantung.

  • Batu Ginjal

Banyaknya asam urat yang beredar di pembuluh darah membuat tumpukan asam urat, biasanya di ginjal, hal ini akan membentuk batu ginjal. Batu ginjal bisa menyebabkan urin tidak bisa dialirkan dan bisa membahayakan ginjal. Batu ginjal juga akan membuat sensasi nyeri ketika berkemih. Hal ini sangat berbahaya bagi lansia karena fungsi ginjal yang sudah berkurang akan semakin dipaksa bekerja karena ada gangguan lainnya.

Tatalaksana Asam Urat

Pengobatan untuk kadar asam urat yang meningkat pada lansia membutuhkan rencana yang komprehensif. Pada lansia, kondisi ginjal dan liver sudah menurun fungsinya sehingga pemberian obat yang asal-asalan mampu menyebabkan kondisi lain yang berbahaya, oleh karena itu butuh konsultasi dokter. Berikut ialah obat-obatan yang diberikan berdasarkan kondisi:

1. Hiperurisemia Asimptomatis

Pada kondisi hiperurisemia asimptomatis tidak diperlukan pengobatan kecuali pada lansia yang kadar asam urat diatas 12 mg/dl (pria) dan di atas 10 mg/dl (wanita). Pada kondisi tersebut, modifikasi makanan, obat yang menyebabkan asam urat tinggi dan penanganan penyakit yang menyebabkan asam urat tinggi harus dilakukan untuk mencegah serangan.

2. Gout Arthritis Akut

Pada serangan akut, obat yang diberikan berupa anti nyeri untuk mengurangi nyeri saat serangan, ada beberapa pilihan obat yang disarankan yaitu:

ads
  • Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS): contohnya seperti ibuprofen, natrium diklofenak, naproxen. 90% akan mereda dalam 5-8 hari. Obat ini tidak diberikan pada pasien gangguan ginjal dan hati.
  • Colchicine: merupakan salah satu obat tertua untuk penyakit gout. Obat ini juga tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan ginjal dan hati.
  • Kortikosteroid: diberikan pada pasien dengan gangguan ginjal dan hati. baiknya diberikan intra-articular atau langsung ke sendinya, contohnya adalah metilprednisolone.

3. Gout Interkritikal

Pada fase ini, tujuan pengobatan adalah untuk mencegah terjadinya serangan gout arthritis, dengan cara menurunkan kadar asam urat. Pada fase ini selain obat dilakukan modifikasi diet, gaya hidup seperti mengurangi berat badan, tekanan darah dan kondisi lainnya yang menyebabkan kenaikan asam urat. Pada fase ini sama seperti hiperurisemia asimptomatis ditambah dengan beberapa obat, yaitu:

  • Cholcine: dosis rendah cholcine diberikan sebagai profilaksis untuk mencegah gout arthritis. efektif pada 85% pasien untuk mencegah serangan. Tapi kontra indikasi pada pasien dengan gangguan ginjal dan hepar
  • Obat penurun asam urat: Contoh obat penurun asam urat ialah Allopurinol dan probenecid dengan dosis yang dinaikkan secara perlahan. Allupurinol diberikan sampai kadar asam urat kurang dari 6 mg/dl.

4. Gout Kronis

Pada gout kronis tujuan pengobatan ialah mencegah terjadinya kerusakan pada sendi. Allupurinol dan probenecid merupakan obat utama. Vitamin C juga ikut berperan dalam tahap pengobatan. Pada suatu penelitian, didapati bahwa vitamin C mampu mengurangi asam urat secara signifikan.

Selain obat-obatan pada fase kronis, operasi juga merupakan pilihan apabila tophi sudah terbentuk, namun tophi bisa muncul kembali apabila kadar asam urat tidak diturunkan.

Pengobatan Tradisional

Selain terapi secara medis, terdapat beberapa terapi secara tradisional untuk mengurangi asam urat. Namun untuk info lebih lanjut pastikan pada dokter. Berikut ialah terapi tradisional:

  • Air Dingin: Kompres air dingin pada sendi yang nyeri ketika serangan cukup efektif untuk mengurangi nyeri, radang dan pembengkakan.
  • Daun Kelor: Daun kelor memiliki vitamin C yang baik untuk mengurangi kadar asam urat. Selain vitamin C, daun kelor juga memiliki kalsium, kalium, zat besi yang baik untuk tubuh. (Baca: Cara Mengobati Asam Urat dengan daun Kelor)
  • Daun Sirsak: Sama halnya dengan daun kelor, daun sirsak juga memiliki kandungan Vitamin C yang sangat bermanfaat dalam mengurangi asam urat. Selain vitamin C, juga terkandung vitamin B1, vitamin B2, kalsium, kalium dan lisin yang bermanfaat bagi tubuh. (Baca: Cara Mengobati Asam Urat dengan Daun Sirsak)
  • Teh Hijau: Teh hijau juga memiliki kandungan vitamin C. Teh hijau juga memiliki banyak antioksidan dan antiinflamasi sehingga peradangan akibat asam urat bisa dihilangkan atau dicegah.

Pencegahan

Asam urat bukanlah penyakit yang terjadi dalam waktu singkat, dibutuhkan waktu yang lama sehingga asam urat memiliki manifestasi klinis. Asam urat juga bukan merupakan penyakit yang pasti didapat ketika lansia, oleh karena itu mengetahui bagaimana cara pencegahan asam urat akan membantu di kemudian hari. Berikut ialah cara mencegah asam urat:

  • Olahraga

Olahraga teratur baik untuk meningkatkan fungsi jantung, salah satu penyakit jantung ialah hipertensi, hipertensi bisa mengganggu fungsi ginjal yang akan menyebabkan pengeluaran asam urat terganggu. Olahraga yang disarankan untuk kesehatan jantung ialah olahraga tipe aerobik seperti jogging, berenang, bersepeda, jalan kaki. Disarankan dalam seminggu total waktu 150 menit terbagi dalam 3-5 kali.

  • Mengatur Berat Badan

Obesitas merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya asam urat, obesitas sendiri memiliki dampak yang lebih berbahaya dibandingkan asam urat, oleh karena itu menurunkan berat badan selain mampu menurunkan kejadian asam urat juga mampu memperbaiki kualitas hidup

  • Makanan Rendah Purin

Menghindari makan makanan yang tinggi purin akan mengurangi kejadian asam urat, contoh makanan rendah purin ialah wortel, jagung, apel, pisang, melon, jeruk, kentang, buncis, dan banyak lainnya.

Demikian informasi mengenai asam urat pada lansia yang perlu Anda ketahui agar bisa mencegahnya semenjak dini. Jaga selalu pola hidup Anda agar penyakit tidak datang menyerang. Semoga artikelnya bermanfaat.

, , , , , , ,