Sponsors Link

15 Bahaya Asam Urat bagi Ibu Hamil dan Cara Pencegahannya

Sponsors Link

Kehamilan merupakan masa-masa yang dinanti oleh hampir semua ibu di belahan dunia manapun. Kelahiran bayi di tengah-tengah keluarga menjadi sangat istimewa, karena mereka akan membawa hal baru dan kebahagiaan baru. Sebagian ibu-ibu penderita asam urat mungkin khawatir dengan masa kehamilan yang akan terganggu karena rasa sakit yang disebabkan oleh asam urat yang menyerang sewaktu-waktu.

ads

Kadar asam urat pada ibu hamil yang normal adalah 2,5 – 5,6 mg/dl. Pada triwulan pertama kadar asam urat normalnya sebanyak 2,0 – 4,2 mg/dl; triwulan kedua adalah 2,4 – 4,9 mg/dl; dan pada triwulan yang terakhir adalah 3,1 – 6,3 mg/dl. Ketidakmampuan ibu hamil menjaga kadar asam urat yang dimilikinya, akan membawa dampak yang cukup besar dan beresiko bagi janin yang sedang dalam kandungannya. Berikut ini adalah 15 bahaya asam urat bagi ibu hamil:

1. Hyperuricemia

Bagi penderita penyakit asam urat, menjaga pola makan menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Asupan nutrisi yang berlebih dan masuknya zat purin dalam jumlah banyak membuat kadar asam urat dalam darah menjadi tidak stabil. Akibatnya, kelebihan zat purin yang gagal dikeluarkan oleh urin akan disimpan dalam darah, sehingga darah akan mengandung kadar asam urat menjadi tinggi. Hal ini kemudian disebut sebagai Hiperuricemia. Ibu hamil penderita asam urat cenderung rentan akan keadaan ini.

Pada awal masa kehamilan, beberapa ibu mengalami peningkatan hormon dalam tubuh yang disertai nafsu makan tinggi. Apabila mereka tidak mampu mengontrol asupan makanan bernutrisi serta mengonsumsi makanan dengan kandungan zat purin yang berlebihan, maka mereka akan mengalami peningkatan kadar asam urat, atau Hiperuricemia. Hiperuricemia ini dapat menjadi awal dari rentetan bahaya-bahaya yang akan dialami ibu hamil penderita asam urat dan bayinya.

Baca juga: Jenis Penyakit Asam Urat.

2. Gout

Gout merupakan sakit pada persendian atau arthritis yang dapat menyerang bagian sendi manapun. Penyakit ini terjadi karena kelebihan kadar asam urat dalam darah yang kemudian tersimpan dan mengendap di bagian persendian. Pengkristalan kelebihan asam urat dalam sendi ini kemudian dinamakan gout. Ibu hamil penderita asam urat akan sangat rentan dengan penyakit ini.

Tingginya kadar asam urat yang ada dalam tubuhnya, akan membuat persendiannya menjadi sakit, memerah, dan bengkak. Asupan nutrisi dan pola makan yang tidak terjaga, akan menambah parah rasa sakit yang mereka alami. Ditambah lagi pada masa-masa kehamilan, mereka akan mengalami peningkatan berat badan. Apabila mereka mengalami peningkatan berat badan yang drastis dan mengalami obesitas, maka mereka akan lebih rentan terkena gout.

Baca juga: Fungsi Asam Urat.

3. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional merupakan diabetes yang kerap terjadi pada masa kehamilan. Perubahan hormon dalam tubuh membuat kadar gula dalam darah menjadi tidak stabil, akibatnya hormon insulin harus bekerja sangat keras untuk menetralisirnya. Kencenderungan peningkatan massa tubuh atau obesitas yang dialami oleh ibu hamil penderita asam urat, menjadi salah satu penyebabnya. Kontrol asupan makanan dan nutrisi yang dibatasi serta menghindari kelebihan zat purin yang dapat masuk melalui makanan, merupakan hal yang dapat mereka lakukan untuk menghindari penyakit diabetes ini pada masa kehamilan.

Baca juga: Makanan untuk Penderita Asam Urat.

4. Hipertensi Gestasional

Hipertensi gestasional adalah keadaan dimana ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi, yaitu sekitar 140/90 mmHg. Ibu hamil yang tidak memperhatikan makanan selama masa kehamilan, akan beresiko terkena hipertensi ini. Penyakit ini biasanya akan menyerang ibu pada usia kehamilan 20 minggu. Konsumsi makanan berlemak, bersodium, dan berkadar gula tinggi secara berlebih, akan meningkatkan tekanan darahnya.

Kegagalan hormon insulin untuk mengatur kadar gula dalam darah, akan memperburuk tekanan darah. Hal ini menjadi sangat rentan terjadi pada ibu hamil penderita asam urat yang tidak menjaga pola makanan dan asupan nutrisi yang masuk dalam tubuhnya. Kadar asam urat yang menumpuk akibat tingginya zat purin, peningkatan kadar gula dalam  darah akibat pengaruh hormon, dan obesitas, akan menambah resiko untuk terkena hipertensi gestasional.

Baca juga: Pertolongan Pertama pada Asam Urat.

Sponsors Link

5. Preeklampsia

Penanganan yang terlambat pada hipertensi gestasional membuat ibu hamil akan mengalami Preeklampsia. Hipertensi gestasional yang berkembang setelah minggu ke-20 membuat ibu hamil akan segera mendapat diagnosa Preeklampsia. Preeklampsia ini akan ditandai dengan adanya kandungan protein dalam urin. Preeklampsia yang sudah parah akan mengganggu sistem kinerja ginjal sang ibu dan asupan nutrisi yang diperoleh bayinya. Sehingga menjadi sangat penting bagi ibu hamil, terutama mereka yang menderita penyakit asam urat untuk menjaga massa tubuh dan makanan yang mereka konsumsi.

Baca juga: Penyebab Asam Urat.

6. Gagal Ginjal

Keadaan ini memiliki hubungan yang erat dengan preeklampsia. Adanya kandungan protein dalam urine seakan menandai bahwa ginjal ibu hamil yang mengalami preeklampsia berat tidak berfungsi secara normal. Penyaringan racun maupun nutrisi yang berguna bagi tubuh sang ibu dan bayinya menjadi tidak maksimal. Akibatnya, sari-sari makanan yang disalurkan ke janin melalui plasenta, bisa jadi mengandung racun atau kadar gula berlebih. Hal ini akan mengawali bahaya-bahaya lainnya pada masa kehamilan.

Baca juga: Jenis Penyakit Asam Urat Akut.

7. Fungsi Persendian dan Otot yang Menurun

Gout yang menyerang ibu pada masa kehamilan, akan menjadi lebih beresiko jika dibandingkan dengan gout yang menyerang orang-orang pada umumnya. Gout yang dimiliki oleh ibu hamil penderita asam urat akan mengganggu fungsi persendian dan otot yang mereka miliki. Mereka tidak mampu bergerak secara aktif, untuk membakar kadar glukosa yang berlebih dalam tubuh melalui gerakan-gerakan aktif yang tetap terkontrol. Akibatnya, penumpukan glukosa yang ada dalam tubuh tersalur ke janin melalui plasenta, tentu saja hal ini nantinya akan membawa pengaruh yang cukup berbahaya bagi janin yang ada dalan rahimnya.

Baca juga: Tanda-Tanda Asam Urat.

Sponsors Link

8. Kejang dan Gerakan Inkoordinasi

Bahaya asam urat bagi ibu hamil berikutnya adalah kejang dan gerakan inkoordinasi. Gerakan inkoordinasi dan kejang menjadi sangat beresiko, apabila terjadi pada ibu yang sedang hamil. Kejang dan gerakan inkoordinasi yang terjadi sewaktu-waktu dapat membuat janin yang ada di rahim ibu menjadi gugur, karena ibu mengalami benturan yang keras sewaktu mereka kejang maupun gerakan yang tidak dapat terkontrol.

9. Psikologi yang Tertekan

Rasa sakit yang dialami ibu di masa kehamilan akan membuat psikologinya menjadi terganggu. Keadaan ini dapat memicu stress yang berkepanjangan akibat rasa sakit yang diderita karena asam urat atau gout. Selain stress yang berkepanjangan, janin yang akan dilahirkan pun akan mengalami gangguan psikologis setelah mereka tumbuh. Maka, sangat penting bagi ibu hamil penderita asam urat untuk menjaga makanan yang dikonsumsi untuk mencegah rasa sakit akibat asam urat selama masa kehamilan.

Baca juga: Obat Asam Urat di Apotik.

10. Janin Kelebihan Glukosa

Hal ini sangat mungkin terjadi akibat ginjal ibu yang tidak bisa bekerja secara maksimal selama kehamilan. Kadar gula yang tinggi dalam darah, akan disalurkan ke janin melalui plasenta. Hal ini akan menjadi buruk bagi ibu juga, karena janin yang akan dalam rahimnya berkembang secara tidak wajar. Kemungkinan bayi yang dilahirkan akan mengalami diabetes tipe 2 semakin besar. Maka sangat penting bagi semua ibu hamil untuk berolahraga secara teratur dan memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya, terutama bagi ibu hamil penderita asam urat.

Baca juga: Pantangan Makanan bagi Penderita Asam Urat.

11. Persalinan yang Rumit

Persalinan yang rumit akan sangat mungkin terjadi, apabila janin yang ada dalam rahim ibu mengalami perkembangan secara tidak normal. Selain itu, kejang, gerakan inkoordinasi, menurunnya fungsi persendian dan otot pada ibu hamil penderita asam urat, akan menambah rasa ngeri sewaktu persalinan. Akibatnya para dokter akan memilih alternatif operasi sebagai jalan terakhir yang cukup aman untuk mengeluarkan bayi dalam kandungan ibu.

Baca juga: Khasiat Sidaguri untuk Asam Urat.

ads

12. Gangguan Pernapasan Sementara dan Sakit Kuning

Perkembangan janin akibat kelebihan nutrisi selama dalam kandungan akan berakibat obesitas pada janin itu sendiri. Hal buruk yang sangat mungkin terjadi pasca janin dilahirkan adalah kesulitan bernapas pasca baru dilahirkan. Tidak sedikit kasus-kasus kematian bayi yang baru dilahirkan akibat bayi mengalami kelebihan berat badan. Tidak hanya ibu hamil penderita asam urat saja, semua ibu dalam masa kehamilannya diharuskan untuk memperhatikan perkembangan janin selama berada dalam rahimnya.

Baca juga: Suplemen untuk Asam Urat.

13. Diabetes Tipe 2

Kelebihan massa pada bayi pasca dilahirkan, akan menimbulkan resiko yang cukup besar untuk terkena diabetes tipe dua. Kelebihan glukosa saat berada dalam rahim, membuat pankreasnya harus bekerja ekstra keras untuk menghasilkan hormon insulin untuk mengikat kadar gula dalam darah. Kelebihan glukosa dalam tubuh dan kurangnya produksi insulin yang mampu menekan kadar gula dalam darah disebut diabetes tipe dua.

Baca juga: Jus untuk Asam UratManfaat Jahe untuk Asam Urat.

14. Kerusakan Organ pada Bayi dan Kematian

Kerusakan organ pada bayi bisa jadi disebabkan oleh preeklampsia yang dialami ibu selama masa kehamilannya. Masuknya racun sebagai akibat dari kinerja ginjal yang kurang maksimal, akan membuat racun-racun tersebut merusak organ-organ dalamnya. Akibatnya, pasca dilahirkan mereka akan memiliki organ dengan sistem kerja yang tidak maksimal hingga kecacatan permanen.  Selain itu bayi yang mengalami obesitas dan kerusakan organ permanen pasca kelahiran akan membutuhkan perawatan yang intensif. Perawatan yang tidak maksimal dan ketidakmampuan bayi untuk bertahan, akan membawa resiko yang sangat buruk, yaitu kematian.

Baca juga: Pengobatan Asam Urat.

15. Bayi Mengalami Gangguan

Stress karena sakit yang dialami ibu selama masa kehamilan akan mengakibatkan bayi yang dilahirkan mengalami gangguan psikologis maupun mental, misalnya autis. Maka sangat penting bagi ibu hamil penderita asam urat, untuk tetap menjaga kadar asam uratnya. Apabila meningkat, rasa sakit terus-menerus yang dialami ibu dapat membuat janin yang dikandungnya bertumbuh menjadi anak yang mengalami gangguan nantinya.

Baca juga: Asam Urat pada Lansia.

Pencegahan Asam Urat pada Ibu Hamil

Bahaya-bahaya yang bisa terjadi selama masa kehamilan di atas tentunya dapat dicegah. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Menjaga pola dan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh;
  2. Memperhatikan kadar gula dalam darah, zat purin, dan tekanan darah, dengan melakukan pemeriksaan secara rutin di rumah sakit atau dalam pantauan dokter;
  3. Menghindari makanan dengan zat purin tinggi, seperti: beberapa jenis ikan, daging, dan beberapa sayuran;
  4. Minum air putih rutin dan sesuai dengan kebutuhan;
  5. Berkegiatan aktif, namun terkontrol semasa kehamilan;
  6. Melakukan pemeriksaan janin secara rutin untuk melihat perkembangannya
  7. Mengurangi konsumsi obat-obatan kimia;
  8. Perawatan prenatal sebagai bentuk kerjasama pemantauan kesehatan antara ibu hamil dan dokter;
  9. Peduli akan kebersihan dan kesehatan tubuh.

Baca juga:

Tidak hanya ibu hamil penderita asam urat saja, menjaga dan memantau kesehatan bayi selama dalam masa kehamilan dan pasca dilahirkan menjadi hal yang wajib dilakukan seorang ibu maupun calon ibu pada bayinya. Melakukan pencegahan sebisa mungkin untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan, menjadi hal yang sangat perlu dilakukan. Jangan lupa, jaga terus kesehatan ibu dan janin ibu selama masa kehamilan dan pasca kelahiran. Semoga bermanfaat.

, , , ,



Oleh :
Kategori : Pencegahan