Sponsors Link

Bolehkah Ibu Hamil Minum Obat Asam Urat Tinggi?

Sponsors Link

Sebagai seorang ibu hamil tentunya akan senantiasa mengusahakan kondisi kehamilannya dapat berlangsung dengan lancar serta perkembangan bayi yang normal sesuai usia kehamilan. Dalam usahanya tersebut ibu pastinya akan melakukan beberapa hal diantaranya seperti mengkonsumsi makanan sehat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kehamilan, menghindari aktivitas berat, berkonsultasi dengan dokter kandungan, dan menghindari berbagai macam hal yang dapat menyebabkan munculnya resiko gangguan kehamilan.

ads

Dalam proses kehamilannya, beberapa ibu hamil tentu pernah mengalami kondisi terserang penyakit tertentu termasuk juga memiliki riwayat penyakit asam urat yang bisa saja kambuh saat menjalani kehamilan. Kondisi penurunan kesehatan yang terjadi pada ibu hamil tersebut harus mampu diatasi dengan baik dan benar agar keadaan yang ada tidak menimbulkan gangguan terutama yang dapat menimbulkan akibat fatal pada proses kehamilan yang sedang dijalani.

Dalam mengatasi kondisi penyakit asam urat pada ibu hamil tentu salah satunya dilakukan dengan mengkonsumsi obat obatan asam urat. Terkait hal tersebut, ibu hamil harus memastikan apakah obat obatan asam urat yang akan dikonsumsinya dapat memberikan efek buruk pada kondisi kehamilan atau tidak sehingga menimbulkan pertanyaan “bolehkah ibu hamil minum obat asam urat tinggi?” yang jawabannya akan dijelaskan dalam uraian di bawah ini.

Setiap obat tentu memiliki efek samping yang dapat muncul akibat terlalu berlebihan penggunaannya ataupun karena faktor tertentu. Banyaknya jenis obat untuk asam urat harus dijelaskan satu persatu mana yang tidak berbahaya bagi kondisi kehamilan. Boleh tidaknya obat asam urat dikonsumsi oleh ibu hamil tergantung dari jenis obat yang akan dikonsumsi. Namun terlepas boleh tidaknya kondisi tersebut, seorang ibu hamil tidak boleh sembarangan dalam mengkonsumsi obat apapun karena adanya dampak resiko yang mungkin tidak dipahami. Berikut ini beberapa penjelasan dari setiap obat terkait boleh tidaknya dikonsumsi dalam uraian di bawah ini.

1. Probenecid

Probenecid merupakan golongan obat urikosurik yang digunakan untuk membantu menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh bagi penderita asam urat tersebut. Probenecid dalam penjelasan dokter tidak dianjurkan untuk digunakan pada pasien dengan riwayat gangguan darah, nefrolitiasis, porfiria, pada gout akut. Obat probenecid ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil secara langsung.

2. Colchicine

Obat colchicine merupakan salah satu pilihan obat yang diberikan bagi penderita asam urat dan termasuk dalam golongan obat urikosurik. Bagi kehamilan, obat colchicine termasuk dalam golongan atau kelas obat C. Arti dari kelas C adalah obat obatan yang belum terbukti memiliki efek atau dampak buruk terhadap kehamilan. Meskipun belum terbukti memiliki dampak negatif ada kehamilan, obat colchicine ini sebaiknya harus diberikan atas resep dokter.

3. Allopurinol

Allopurinol menjadi salah satu jenis obat asam urat yang paling familiar di dengar karena memang merupakan pilihan utama dalam membantu menurunkan kadar asam urat di dalam darah. Allopurinol menurunkan kadar asam urat dengan cara menghambat enzim yang memetabolisme purin menjadi asam urat. Kondisi penumpukan asam urat tersebutlah yang dapat menyebabkan munculnya berbagai macam gejala asam urat.

Allopurinol bagi kehamilan sama halnya dengan obat asam urat lain seperti Colchicine yang termasuk dalam kelas C. Karena masuk dalam kelas C, allopurinol menjadi salah satu obat yang boleh untuk dikonsumsi selama masa kehamilan asakan sesuai dengan diagnosis dan penetapan terapi dari dokter yang menangani.

4. Obat Anti Inflamasi dan Anti Nyeri

Selain obat obatan yang dikonsumsi untuk mengatasi asam urat atau menurunkan kadarnya, dalam pengobatan penyakit asam urat juga dikombinasikan dengan beberapa obat yang dapat membantu mengatasi gejala asam urat seperti nyeri dan pembengkakan. Beberapa obat tersebut juga memiliki pengaruh tersendiri pada kehamilan. Berikut beberapa jenis obat anti nyeri dan anti radang yang biasa digunakan dalam pengobatan asam urat dan pengaruhnya terhadap kehamilan.

  • Piroxicam, termasuk dalam obat kategori C untuk ibu hamil sehingga dapat dikonsumsi dengan resep dokter dan sesuai hasil diagnosis dan sebaiknya dihindari penggunaannya pada masa akhir kehamilan.
  • Natrium diclofenak, hampir semua jenis obat golongan NSAID merupakan kategori C dalam kehamilan dan berubah menjadi kategori jika digunakan dalam usia kehamilan diatas 30 minggu.
  • Obat golongan kortikosteroid, obat kortikosteroid yang digunakan untuk meredakan nyeri pada asam urat sebaiknya dihindari bagi ibu hamil karena termasuk dalam obat yang dapat menyebabkan dampak buruk pada kehamilan.

Itulah ulasan mengenai jawaban atas pertanyaan “bolehkah ibu hamil minum obat asam urat?” yang dijelaskan sesuai dengan jenis obat yang sudah umum dikonsumsi oleh para penderita asam urat. Beberapa jenis obat dapat dikonsumsi pada awal usia kehamilan dan beberapa lainnya harus dihindari karena adanya efek berbahaya bagi kehamilan sehingga perlu dikonsultasikan terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan