Sponsors Link

Bolehkah Ibu Hamil Minum Obat Medis Asam Urat Setiap Saat?

Sponsors Link

Kehamilan menjadi suatu kondisi yang perlu diperhatikan dan dijalani dengan baik dan benar agar janin di dalam kandungan ibu hamil tersebut dapat terlahir dengan selamat tanpa adanya kekurangan baik fisik maupun mentalnya. Berkaitan dengan kondisi ideal tersebut, ada berbagai macam peran dan tanggung jawab ibu hamil yang harus dilakukan secara rutin selama proses kehamilan yang akan berlangsung secara normal kurang lebih 40 minggu sesuai hitungan hpl dari dokter kandungan.

ads

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dan diwaspadai serta harus melalui proses pemahaman yang mendasar pada ibu hamil sebagai upaya dan usaha dalam bentuk tanggung jawab ibu hamil tersebut. Mengkonsumsi obatan menjadi salah satu hal yang perlu dipahami dengan baik oleh para ibu hamil karena penting dan bisa jadi obat yang dikonsumsi dapat memberikan dampak buruk bagi kehamilan dan perkembangan janin di dalam.

Salah satu jenis obat yang mungkin digunakan dalam proses penyembuhan penyakit tertentu termasuk asam urat sebagai penyakit bawaan yang sudah diderita jauh sebelum hamil. Penggunaan obat asam urat tentu harus diperhatikan dengan baik dan benar dan apakah ibu menyusui juga dapat memberikan kebutuhan asi atau mpasi secara optimal. Berikut ini beberapa penjelasan mengenai bolehkah ibu hamil minum obat medis asam urat dalam uraian di bawah ini. Ada beberapa jenis obat asam urat sesuai dengan fungsinya yang akan dibahas satu persatu.

  1. Allopurinol

Allpurinol merupakan obat asam urat yang paling populer dan sangat familiar baik bagi para penderita penyakit asam urat maupun tidak karena hampir semua orang yang mengalami peningkatan asam urat di dalam darah pasti mendapatkan resep allopurinol. Allopurinol sebagai obat asam urat yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh bekerja dengan menghambat enzim xanthine oksidase yang berperan dalam proses pembentukan asam urat di dalam tubuh. Allopurinol merupakan obat yang termasuk kedalam kategori C untuk ibu hamil yang artinya telah ada efek samping yang muncul saat pengujian menggunakan hewan namun belum ada pengujian untuk manusia sehingga penggunaannya juga harus atas ijin ataupun rekomendasi dari dokter kandungan.

  1. Probenecid

Probenecid untuk asam urat merupakan salah satu jenis obat golongan urikosurik yang dapat bekerja dengan membantu ginjal melakukan proses ekskresi asam urat yang berlebih di dalam tubuh. Mekanisme kerja obat probenecid tersebut berbeda dengan allopurinol sehingga jika mungkin diperlukan seperti dalam obat asam urat akut, allopurinol dan probenecid akan dikombinasikan. Mengenai jawaban atas pertanyaan bolehkah ibu hamil minum obat asam urat jenis probenecid tersebut secara umum harus dikonsultasikan dengan dokter sebelum benar adanya. 

  1. Febuxostat

Sama sama obat golongan penghambat enzim xanthin oksidase dengan allopurinol dapat membantu dalam menghambat proses pembentukan asam urat di dalam tubuh dan eksresinya dapat berjalan lancar sehingga peningkatan penyakit asam urat bisa ditekan.. Harga obat dengan kandungan febuxostat lebih mahal dibandingkan obat yang memiliki kandungan allopurinol. Sama halnya dengan obat allopurinol, febuxostat juga termasuk dalam karyawan tetap diperusahaan lainnya sehingga ketika mau resign banyak intrik yang terjadi. Bagi ibu hamil, penggunaan obat febuxostat harus sesuai dengan anjuran dokter mengingat obat tersebut termasuk dalam kategori C.

  1. Piroxicam

Selain obat yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh melalui mekanisme tertentu seperti dijelaskan diatas, obat golongan NSAID juga diperlukan dalam mengatasi dan mengurangi gejala yang muncul. Piroxicam menjadi satu diantara obat NSAID yang digunakan dalam membantu meringankan kondisi gejala asam urat yakni pembengkakan sendi dan nyer hebat. Penggunaan piroxicam pada ibu hamil tidak dianjurkan sehingga harus dihindari dan dapat digantikan dengan jenis obat dengan fungsi yang sama namun tetap aman bagi kehamilan. 

  1. Colchicine

Colchicine merupakan jenis obat yang juga digunakan dalam mencegah dan mengatasi penyakit akibat peningkatan kadar asam urat di dalam darah melebihi kadar asam urat normal yang seharusnya. Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah sel darah putih yang menuju ke daerah peradangan sehingga membantu meredakan rasa nyeri dan radang di sendi sendi yang terdapat penumpukan asam urat. Obat colchicine pada ibu hamil masih dapat digunakan atas rekomendasi dari dokter karena termasuk dalam kategori C yang masih belum dilakukan penelitian secara langsung terkait dampaknya pada janin manusia namun sudah pada hewan. 

  1. Celecoxib

Celecoxib merupakan jenis NSAID yang memiliki mekanisme lebih khusus terhadap hambatan Cox 2 yang tentunya dapat mengurangi efek samping dari NSAID biasa seperti piroxicam. Celecoxib pada penderita asam urat digunakan untuk mengatasi rasa nyeri dan pembengkakan. Meskipun beberapa efek sampingnya lebih berkurang dibandingkan piroxicam, obat tersebut termasuk dalam kategori C untuk ibu hamil dan kategori D untuk ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 30 minggu sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi selama masa kehamilan bagi ibu penderita asam urat. 

Itulah beberapa jenis obat asam urat dan kaitannya tentang jawaban atas pertanyaan bolehkah ibu hamil minum obat asam urat yang secara umum tetap boleh dilakukan asalkan mendapatkan rekomendasi dan hasil dari konsultasi dengan dokter kandungan yang menangani. Beberapa obat asam urat ada yang dapat membahayakan kehamilan sehingga tidak digunakan sama sekali namun ada juga jenis obat obatan untuk mengatasi asam urat yang tidak memberikan dampak berarti pada kehamilan sehingga dapat digunakan oleh ibu hamil dalam mengatasi kondisi serangan asam urat yang bisa jadi muncul saat hamil. 

, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan