Sponsors Link

Febuxostat untuk Pengobatan Asam Urat Tinggi

Sponsors Link

Penyakit asam urat menjadi salah satu jenis penyakit kronis yang banyak dialami di masyarakat dan bukan hanya mereka yang sudah berumur sebagai penderitanya, namun sekarang ini juga banyak penderita asam urat berusia relatif lebih muda. Kondisi ini dipicu oleh pola makan dan gaya hidup tidak sehat yang menjadi kebiasaan buruk para remaja di zaman sekarang yang memicu terjadinya penumpukan kadar asam urat di dalam darah melebihi batas normalnya. 

ads

Penumpukan kadar asam urat tersebut disebabkan oleh konsumsi makanan dengan kandungan zat purin yang tinggi serta bisa jadi dikarenakan adanya permasalahan dalam proses pembentukan asam urat oleh enzim xanthin oksidase. Tingginya kadar asam urat melebihi kadar asam urat normal di dalam darah tentu akan menyebabkan berbagai macam gejala seperti nyeri dan pembengkakan pada sendi akibat penumpukan kristal asam urat berbentuk jarum yang apabila dibiarkan dapat merusakan kondisi ginjal dan organ lainnya.

Mengingat adanya bahaya dari kondisi penyakit asam urat tinggi tersebut maka perlu upaya pengatasan terhadap keadaan tersebut agar normal kembali. Untuk menurunkan kadar asam urat, ada beberapa obat medis yang dapat digunakan selain allopurinol sebagai obat penghambat enzim xanthin oksidase yang sering digunakan dalam pengobatan asam urat. Salah satu jenis obat selain allopurinol yang dapat menurunkan kadar asam urat tersebut adalah febuxostat. Berikut ini beberapa penjelasan mengenai obat febuxostat untuk penderita asam urat.

Indikasi obat febuxostat tentu digunakan sebagai terapi untuk menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh. Febuxostat secara khusus digunakan untuk mengatasi kondisi dan gejala atau tanda tanda asam urat tinggi yang dalam istilah medis disebut sebagai hyperuricemia kronis yang sudah disertai dengan kondisi gout. Febuxostat memiliki efek penurunan kadar asam urat di dalam tubuh yang lebih baik efektifitasnya dibandingkan dengan obat allopurinol. 

Febuxotat menjadi obat baru untuk menurunkan kadar asam urat di dalam darah yang dapat menjadi alternatif obat penderita asam urat.Febuxostat merupakan senyawa derivat 2-arylthiazole yang termasuk dalam golongan obat  non-purine selective inhibitor of Xanthine Oxidase (NP-SIXO). Mekanisme kerja febuxostat tersebut hampir sama dengan mekanisme kerja yang dimiliki oleh allopurinol yakni menghambat secara selektif enzim Xanthine Oxidase. Hambatan obat febuxostat secara selektif terhadap enzim Xanthine Oxidase tersebut menjadikan efektifitasnya lebih baik dibandingkan allopurinol.

Pada kadar terapinya yakni 80 mg sehari, febuxostat tidak akan memberikan hambatan pada enzim lain yang juga ikut terlibat dalam metabolisme purin atau pirimidin seperti enzim guanine deaminase, enzim hypoxanthine guanine phosphoribosyltransferase, enzim orotate phosphoribosyltransferase, enzim orotidine monophosphate decarboxylase atau enzim purine nucleoside phosphorylase. Tidak adanya hambatan tersebutlah yang menjadikan obat febuxostat memiliki hambatan selektif.

Dosis pemberian obat febuxostat dalam sehari awalnya dimulai dengan 40 mg dan dapat ditingkatkan sampai 80 mg tergantung rekomendasi dari dokter. Penggunaan yang salah dengan dosis yang tidak tepat dapat memberikan peluang resiko efek samping obat febuxostat dapat terjadi. Beberapa efek samping yang dapat terjadi pada penderita asam urat yang mengkonsumsi obat febuxostat tersebut diantarnaya seperti :

  1. Nyeri pada beberapa bagian tubuh seperti pusing, nyeri lengan, punggung, dan rahang, nyeri pada dada, nyeri dan bengkak pada sendi, dan nyeri saat buang air kecil.
  2. Permasalahan pada kulit seperti ruam dan munculnya bintik bintik merah, kulit yang menjadi pucat, luka borok pada kulit, kulit keripun, dan munculnya warna kuning pada kulit. 
  3. Permasalahan pada saluran pencernaan seperti kotoran yang berwarna hitam, diare, perut yang terasa penuh dan nyeri, mual dan muntah, muntah darah.
  4. Permasalahan pada pernafasan seperti hidung berdarah, sesak nafas, pernafasan menjadi cepat, hidung pilek.
  5. Permasalahan lainya seperti kehilangan nafsu makan, kebutaan sementara, kesulitan untuk tidur, bicara yang melantur, kuning pada mata, mengigil, kejang, kehilangan kontrol kandung kemih, gugup, peningkatan rasa haus, periode menstruasi yang lebih berat, detak jantung yang cepat.

Efek samping yang disebutkan tersebut memang sangat jarang terjadi dan tidak perlu menjadi ketakutan berlebih bagi pasien penderita asam urat yang akan menggunakan obat febuxostat jika memang digunakan dengan benar atas permintaan dan rekomendasi dari dokter yang merespkan obat tersebut. Ada beberapa penderita yang kontraindikasi dengan penggunaan obat febuxostat untuk asam urat diantarnaya seperti :

  1. Pasien yang memiliki kondisi hipersensitif terhadap obat tersebut yang dapat memicu terjadinya reaksi alergi.
  2. Tidak dianjurkan untuk pasien dengan penyakit jantung iskemik atau CHF dan riwayat aterosklerosis.
  3. Tidak untuk pasien yang memiliki tingkat pembentukan asam urat sangat tinggi seperti dalam sindrom lesch – nyhan.
  4. Tidak untuk pasien yang juga menggunakan obat mercaptopurine atau azathioprine secara bersamaan.
  5. Gangguan ginjal dan hati berat.

Obat febuxostat untuk menurunkan kadar asam urat tersebut perlu diperhatikan dalam penggunaannya untuk ibu hamil dan menyusui. Febuxostat termasuk dalam jenis obat kategori C untuk pregnancy yang maksudnya obat tersebut dapat menyebabkan efek samping pada kehamilan dalam studi dengan binatang percobaan namun belum dilakukan studi terkontrol klinis pada wanita hamil. Penggunaan obat febuxostat untuk ibu hamil dan menyusui tetap dapat diberikan jika memang manfaatnya dibutuhkan dan merupakan rekomendasi dari dokter.

Itulah beberapa penjelasan mengenai obat febuxostat yang digunakan dalam terapi pengobatan asam urat. Febuxostat menjadi salah satu jenis obat penurun kadar asam urat yang bekerja lebih selektif dalam menghambat enzim xanthin oksidase sehingga tentunya memiliki efektifitas yang lebih baik dan hanya digunakan untuk kondisi penyakit asam urat kronis. 

, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan