Sponsors Link

Apa Hubungan Asam Urat dengan Diabetes Mellitus?

Sponsors Link

Tidak jarang, suatu penyakit yang akut akan mengalami komplikasi dengan penyakit lainnya. Sebab akibat dari komplikasi penyakit tersebut disebabkan satu pemicu yang menyebabkan ketidakberfungsian metabolisme tubuh yang lain sehingga menimbulkan satu permasalahan penyakit baru. Tentu saja hal ini benar-benar tidak diinginkan oleh kita, karena sejatinya penyakit itu untuk disembuhkan bukan ditambah.

ads

Seperti halnya penyakit asam urat dan diabetes mellitus, berbagai riset telah membuktikan tentang adanya hubungan keduanya, apa pengaruh asam urat yang tinggi terhadap diabetes mellitus dan bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Mungkin sebagian orang awam menganggap bahwa keduanya tidak ada hubungannya, padahal sebaliknya, asam urat atau diabetes mellitus dapat berupa sebab akibat.

Asam urat merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (salah satu unsur protein) di dalam tubuh kita. Jika anda sering mengkonsumi makanan yang mengandung purin tinggi, maka asam urat yang dihasilkan pun akan meningkat dan bisa melebihi dari batas normal. Asam urat dalam darah biasanya sebagian akan dieksresikan lewat urin. Namun jika asam urat melebihi batas normal, ginjal tidak dapat memproses dengan maksimal sehingga akan tertumpu di aliran darah. Kelebihan asam urat dalam darah ini yang disebut dengan hiperurisemia, yang menyebabkan persendian dan berbagai bagian tubuh lainnya mengalami pembengkakan bahkan menimbulkan komplikasi penyakit fatal lainnya.

Sedangkan diabetes mellitus, merupakan penyakit yang disebabkan disfungsi insulin dari tugas awalnya. Insulin tidak berfungsi dengan maksimal dalam menyerap glukosa sehingga kadar gula darah meningkat. Gejala tipikal pada penyakit ini biasanya pasien akan sering buang air kecil, sering haus dan mudah lapar, koordinasi gerak terganggu, kesemutan pada tangan atau kaki, timbul gatal-gatal yang seringkali mengganggu, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas mudah kelelahan karena terjadinya komplikasi pada pembuluh darah dan saraf.

Diabetes mellitus dibedakan menjadi dua jenis:

  1. Diabetes mellitus tipe 1, yaitu tergantung pada insulin disebabkan karena sekresi insulin.
  2. Diabetes mellitus tipe 2, yaitu tidak tergantung insulin namun disebabkan karena penurunan jaringan target terhadap efek metabolik insulin yang dalam hal ini disebut resistensi insulin.

Penderita diabetes mellitus umumnya menyerang di atas usia 45 tahun, namun akhir-akhir ini penderita diabetes mellitus tipe 2 juga terjadi di kalangan remaja dan anak-anak. Penderita diabetes mellitus tipe 2 lebih rentan terkena penyakit berat, seperti hipertensi, kolesterol, infeksi dan luka.

Apakah Hubungan Asam Urat dengan Diabetes Mellitus?

Sebuah riset yang melibatkan 4.883 responden Framingham Heart Study dan 4.292 anak-anak mereka menghasilkan analisa bahwa mereka yang mempunyai penyakit diabetes mellitus tipe 2 juga mempunyai kadar asam urat yang lebih tinggi daripada yang tidak memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus. Setiap peningkatan 1 mg/dL asam urat dalam darah dapat menaikkan resiko diabetes mellitus tipe 2 sebesar 20% pada orang tua dan 15% pada anak-anak mereka.

Sementara studi dalam Annals of the Rheumatic Diseases pada tahun 2014 menemukan bahwa hubungan asam urat dan diabetes mellitus pada wanita sangatlah kuat. wanita dengan riwayat penyakit asam urat, 71% lebih berpotensi mengalami diabetes mellitus dan pada laki-laki sebesar 22%. Sedangkan faktor lain bisa diakibatkan oleh obesitas dan kondisi kesehatan lainnya.

Apa Faktor Pemicu Asam Urat Tinggi?

  1. Resistensi Insulin

Diabetes mellitus tipe 2 terjadi ketika hormon insulin tidak bekerja dengan baik sehingga gula tetap tinggal dalam darah dan masuk ke sel-sel. Inilah yang dinamakan resisten insulin. Studi menunjukkan bahwa hiperurisemia dan asam urat menyebabkan resisten insulin semakin parah.

Sponsors Link

Sedangkan menurut Dr. Ch. Tseng dan Dr. Y.  Tai menyimpulkan bahwa resistensi insulin dapat menyebabkan keseimbangan hormonal terganggu sehingga memicu peningkatan kadar asam urat. Dalam Journal of the American Medical Association juga disebutkan bahwa resistensi insulin mendorong terjadinya peningkatan kadar asam urat dalam darah secara nyata.

Dalam buku Kodama menjelaskan bahwa hiperinsulinemia sebagai akibat dari resistensi insulin meningkatkan konsentrasi asam urat dalam darah baik melalui penurunan sekresi asam urat dari ginjal atau mengakumulasi substrat produksi asam urat.

Asam urat yang meningkat pada penderita diabetes mellitus merupakan salah satu bentuk upaya tubuh untuk mengatasi stress oksidatif dan kekurangan antioksidan yang disebabkan oleh resistensi insulin dan hiperglikemia berkepanjangan. Namun, karena sifatnya yang berkepanjangan, asam urat tidak lagi bersifat sebagai antioksidan melainkan prooksidan yang menghasilkan radikal bebas.

  1. Konsumsi Fruktosa

Selain purin, peningkatan kadar asam urat dapat disebabkan oleh konsumsi fruktosa. Begitu pula dengan diabetes mellitus. Pada percobaan hewan dan manusia, fruktosa berlebih meningkatkan kadar asam  serta memicu sindrom metabolik dan peningkatan diabetes mellitus secara global.

Sponsors Link

Fruktosa terbukti dapat meningkatkan sintesis lemak dalam hati yang dapat meningkatkan kolesterol. Selain itu, metabolisme fruktosa dalam hati yang tidak terkontrol akan menyebabkan peningkatan asam urat. Asam urat tersebut pun juga dapat menimbulkan tekanan darah tinggi.

Setelah mengetahui kedua faktor tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa asam urat dan diabetes mellitus dapat menjadi sebab akibat satu sama lain. Faktor pemicu terjadinya komplikasi diabetes melitus dengan asam urat bisa juga karena konsumsi alkohol, tingginya kolesterol dan naiknya tekanan darah.

Cara Mencegah Penyakit Asam Urat dan Diabetes Mellitus

  1. Perhatikan yang anda makan. Pola diet untuk mengatur keduanya sangat diperlukan. Seperti membatasi makanan dengan purin tinggi, contohnya daging merah, seafood termasuk udang dan ikan sarden.
  2. Menghindari makanan yang tinggi kandungan fruktosa dan garamnya.
  3. Menghindari minuman dan makanan ber-alkohol seperti softdrink dan tape.
  4. Meningkatkan konsumsi susu, buah dan sayur yang dapat menurunkan kadar asam urat dan diabetes mellitus.
  5. Biarkan tubuh anda bergerak. Dengan berolahraga anda bisa membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi berat badan dimana hal tersebut merupakan salah satu faktor penyakit asam urat dan diabetes mellitus.
  6. Perbanyak minum. Mengisi tubuh anda dengan banyak cairan ini dapat membantu asam urat untuk dieksresikan melalui urin. Anda tahu sendiri bukan, bahwa urin merupakan zat sisa yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh.
  7. Selalu mengontrol masalah kesehatan yang lain. Tekanan darah tinggi, penyakit ginjal dan obesitas dapat meningkatkan asam urat. Berkonsultasilah pada dokter untuk mengetahui kondisi anda lebih lanjut.

Itulah penjelasan hubungan asam urat dengan diabetes mellitus yang perlu Anda ketahui. Jaga selalu kesehatan Anda agar tidak sampai terkena komplikasi asam urat dan penyakit lainnya.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Penyebab