Sponsors Link

Hubungan Asam Urat dengan Stroke

Sponsors Link

Asam urat dan stroke adalah dua jenis penyakit yang berbeda tetapi bisa saling berkaitan dan salah satunya bisa menjadi pencetus yang lainnya.  Asam urat adalah penyakit yang disebabkan oleh pengkristalan asam urat di sendi, yang disebabkan penumpukan zat purin dalam tubuh Anda. Sedangkan stroke adalah terjadinya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang diakibatkan karena pasokan darah ke otak terputus, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Terdapat dua jenis stroke, yaitu stroke tipe sumbatan dan stroke tipe pendarahan. Penanganan untuk tiap tipe stroke, adalah berbeda tetapi pada dasarnya ditujukan untuk memperlancar aliran darah dan pasokan oksigen ke otak.

ads

Setiap orang memiliki asam urat di tubuhnya, kadar asam uratnya itu menjadi tinggi atau tidak tergantung dari pola hidup orang tersebut. Jika ia tidak bisa menjaga keseimbangan makanan yang disantapnya maka kadar asam uratnya bisa menjadi tinggi. Tingkat asam urat yang tinggi (hyperuricemia) dapat menyebabkan banyak kondisi kesehatan yang serius. Salah satunya adalah asam urat, yang mengakibatkan pembengkakan pada persendian dengan disertai sakit yang teramat sangat sehingga akan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Lalu, apakah asam urat bisa menyebabkan serangan stroke pada seseorang? Tentu saja bisa, bahkan tidak hanya berhubungan dengan stroke tetapi juga bisa menimbulkan penyakit-penyakit lain, seperti kolesterol, jantung, diabetes dan lain-lain. Hal itu terjadi karena asupan makanan yang tidak terkontrol. Ciri-ciri gejala asam urat tinggi, yaitu:

  1. Nyeri sendi kaki
  2. Jempol kaki sakit
  3. Rasa panas pada kaki seperti terbakar
  4. Persendian bengkak
  5. Kemerahan pada sendi
  6. Tidak bisa bergerak dengan bebas

Gejala umum asam urat seperti yang sudah di jelaskan di atas sudah pasti menimbulkan rasa nyeri, tetapi pada kenyataannya banyak juga orang yang memiliki kadar asam urat tinggi tetapi tidak mengalami nyeri di persendiannya. Oleh sebab itu, tetap harus berhati-hati dan menjaga pola makan terutama jika sudah berusia lanjut.

Seperti yang sudah kita ketahui, asam urat timbul karena penumpukan zat purin di persendian akibat mengonsumsi makanan yang memiliki kadar purin tinggi, seperti daging merah, kacang-kacangan, makanan berlemak dan makanan minuman dalam kaleng. Makanan minuman tersebut juga sebagai pemicu kolesterol tinggi, sehingga dampak selanjutnya menyebabkan sumbatan-sumbatan di pembuluh darah. Sumbatan dalam pembuluh darah itulah yang bisa mengakibatkan serangan stoke.

Stroke ada yang dimulai dengan serangan ringan. Ada juga yang langsung serangan cukup berat, yang bisa berakibat fatal seperti kelumpuhan bahkan kematian secara mendadak.

Untuk penanganan lebih lanjut, baiknya kita kenali juga gejala stroke agar tidak mengancam kehidupan kita selanjutnya. Inilah gejala stroke yang harus diketahui:

  1. Tiba-tiba mati rasa atau melemah pada bagian, wajah, lengan, kaki, terutama pada sebagian tubuh
  2. Tiba-tiba kebingungan dan sulit bicara, lidah tidak bisa digerakkan
  3. Sulit berjalan karena kehilangan keseimbangan yang mendadak
  4. Sakit kepala secara tiba-tiba pula tanpa dikatehui penyebabnya.
  5. Penglihatan terganggu

Stroke terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah dari otak atau bisa juga karena pendarahan pada atau di sekitar otak. Menurut para pakar dari Universitas McMaster di Ontario, Kanada 90% penyebab stroke itu adalah karena gaya hidup yang salah. Diantaranya:

  1. Tekanan darah tinggi
  2. Kurang olah raga
  3. Makanan tak sehat
  4. Obesitas
  5. Merokok
  6. Penyakit jantung
  7. Diabetes
  8. Stress
  9. Minuman beralkohol
  10. Kolesterol

Dari uraian pencetus stroke tersebut, hampir sama dengan pencetus asam urat. Jadi, jelas sekali jika asam urat dan stroke sangat berhubungan erat. Seperti kita ketahui, salah satu pencetus asam urat adalah karena asupan makanan yang mengandung zat purin tinggi. Makanan tersebut banyak terdapat pada jenis makanan berlemak tinggi yang bisa menyebabkan darah tinggi, kolesterol dan mengakibatkan stroke.

Dari poin-poin penyebab stroke dan asam urat yang hampir sama adalah: makanan tak sehat, kurang olah raga, minuman beralkohol, rokok dan obesitas. Obesitas terjadi lagi-lagi karena makanan yang dikonsumsi tidak seimbang antara lemak dan zat gizi lainnya. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kunci utama untuk mengendalikan kesehatan Anda adalah makanan sehat.

Jika usia sudah tidak muda lagi, sebaiknya mulailah menata pola makan yang lebih sehat. Kurangi makanan berlemak seperti gorengan, santan, lemak yang berasal dari hewani dan juga minuman yang berkadar gula tinggi. Ganti makanan Anda dengan memperbanyak buah segar dan sayur. Untuk asam urat harus diperhatikan sayuran apa saja yang boleh dikonsumsi, karena ada beberapa jenis sayuran yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita asam urat.

Saat ini penderita stroke tidak hanya kaum manula, usia muda pun banyak yang terserang stroke. Hal itu disebabkan salah satunya karena terlalu banyak mengonsumsi makanan tidak sehat akibat gaya hidup atau pengaruh lingkungan yang memaksa mereka untuk sering mengonsumsinya. Tanpa diimbangi dengan olahraga dan kurangnya asupan air putih, sehingga racun yang berasal dari makanan minuman instan itu menumpuk di dalam tubuh.

Para ahli nutrisi mengatakan, banyak makanan kaleng yang mengandung sodium dan garam (natrium) dengan kadar yang tinggi, sehingga disarankan untuk tidak dikonsumi. Kedua zat tersebut secara langsung dapat menyebabkan resiko terkena stroke. Asosiasi Jantung dan Stroke di Amerika menyarankan untuk tidak mengonsumsi sodium lebih dari 1.500 mg/hari.

Sebuah riset juga menyebutkan bahwa orang yang mengonsumis sodium lebih dari 4000 mg setiap hari beresiko terkena stroke dua kali lipat dari yang mengonsumi kurang dari 2000 mg. Oleh sebab itu para ahli nutrisi menganjurkan untuk selalu membaca label makanan yang terdapat dalam kemasan jika kita akan membeli makanan atau minuman kaleng. Selain itu,  harus diwaspadi juga makanan minuman dengan rasa manis dalam kemasan jangan terpaku untuk mewaspadai makanan yang rasanya asin saja. Anda juga harus meneliti makanan dengan label yang mengandung sodium dalam bentuk lain seperti baking soda, baking powder, MSG (monosodium glutamate), disodium phosphate, sodium alginate juga makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan.

, ,



Oleh :
Kategori : Penyebab