Sponsors Link

Kenapa Asam Urat Bisa Menyebabkan Hipertensi?

Sponsors Link

Asam urat dan hipertensi adalah semacam gejala yang membentuk lingkaran setan. Di tengah padatnya aktivitas seseorang, ada potensi konsumsi makanan yang tidak memenuhi standar kalori dan kebutuhan tubuh. Alhasil, makanan yang berlebih dapat menghambat proses metabolisme tubuh, bahkan mengganggu pengaturan tekanan darah. Lalu, kenapa asam urat bisa menyebabkan hipertensi? Berikut ini adalah pembahasan tentang asam urat dan hipertensi beserta keterkaitannya.

ads

Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi tubuh yang tidak dapat mengontrol asam urat, sehingga kristal asam urat yang berlebihan dalam tubuh akan menumpuk di jaringan tertentu. Asam urat sebenarnya merupakan hasil akhir metabolisme makanan yang nantinya akan dibuang melalui urin.

Penyebab asam urat yakni asupan makanan berlebihan sehingga berpotensi menghasilkan asam urat, pembuangan hasil metabolisme yang terhambat, atau kondisi tubuh terlalu aktif menghasilkan asam urat di atas normal. Tanda-tanda asam urat yakni kadar garam asam urat meningkat, kemudian menyebabkan radang (inflamasi) pada persendian atau artritis.

Asam urat dalam jangka panjang yang bersifat kronis akan menyebabkan asam urat menumpuk di dalam dan di sekitar persendian. Selain itu, dapat menurunkan fungsi ginjal dan membentuk batu ginjal. Kunci mencegah asam urat adalah memahami jumlah kalori sesuai kebutuhan tubuh. Kebutuhan tersebut dilihat dari aspek tinggi dan berat badan. Dengan begitu, berikut ini adalah cara mencegah asam urat yang bisa Anda lakukan.

1. Batasi konsumsi purin

Asam urat bisa dicegah dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi dan protein tinggi. Langkah ini disebut sebagai diet rendah purin. Makanan yang mengandung purin dan protein tinggi dapat menyebabkan pembengkakan sendi. Walaupun idealnya seseorang tidak bisa menghindari makanan berprotein, namun langkah yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan membatasi asupan purin sebanyak 100-150 mg purin per hari. Berbeda dengan orang normal yang bisa mengonsumsi purin sebanyak 600-1.000 mg per hari.

Berikut ini adalah makanan-makanan yang mengandung purin:

  • Jeroan (hati, lidah, ginjal, usus, jantung, babat, otak)
  • Sarden
  • Kerang
  • Ikan herring
  • Kacang-kacangan
  • Bayam
  • Udang
  • Daun melinjo

2. Kurangi konsumsi protein hewani dan lemak

Protein hewani berpotensi meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Misalnya hati, ginjal, otak, paru, dan limpa. Kadar asupan protein bagi pengidap asam urat adalah 50-70 gr per hari atau 0,8-1 gr/kg berat badan/hari. Disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi protein nabati seperti susu, keju, dan telur. Tidak hanya itu, kurangi pula konsumsi lemak yang dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng, disantan, bermargarin atau bermentega perlu dihindari. Kadar konsumsi lemak yang disarankan adalah 15 persen dari total kalori.  

3. Perbanyak cairan

Pengidap asam urat perlu minum sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Itu pun tergantung pada kondisi tubuh seseorang. Cairan tinggi dapat membuang asam urat melalui urin, dan yang disarankan adalah air putih masak. Tidak hanya itu, buah untuk asam urat yang berair seperti semangka, melon, jambu air, nanas, dan blewah disarankan karena mengandung sedikit purin. Buah yang dihindari adalah alpukat dan durian karena memiliki kandungan lemak tinggi.

4. Stop konsumsi alkohol

Alkohol dapat meningkatkan asam laktat plasma. Asam ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh. Disarankan untuk menyetop konsumsi alkohol agar dapat mengurangi kenaikan asam urat.

Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi terjadi akibat tekanan darah yang meningkat dalam tubuh. Hipertensi terbagi dua jenis, yakni hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

Sponsors Link

  • Hipertensi primer

Hipertensi primer atau esensial cenderung tidak mudah diketahui penyebabnya. Hipertensi jenis ini membutuhkan pemeriksaan lanjut pada dokter spesialis penyakit dalam.

  • Hipertensi sekunder

Hipertensi sekunder disebabkan oleh penyakit gagal ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, dan penyakit lain yang berkaitan dengan tekanan darah.

Hipertensi dapat menimbulkan risiko terhadap organ-organ vital, seperti otak, jantung, dan ginjal. Beberapa studi menyebutkan bahwa hipertensi berkaitan erat dengan asam urat. Bila kadar asam urat tinggi, maka risiko terjadinya hipertensi semakin besar. Sehubungan dengan hal tersebut, seseorang yang mengalami kenaikan kadar asam urat, maka tekanan darah akan meningkat pula.

Pengidap hipertensi tentunya akan mengalami risiko-risiko tertentu seperti:

  • Penuaan
  • Kegemukan
  • Merokok
  • Kurang olahraga
  • Kurang asupan kalium, kelebihan asupan natrium
  • Riwayat keluarga
  • Kegemukan

Jika disimpulkan, terdapat hubungan asam urat dengan hipertensi. Asam urat memainkan peran dalam meningkatkan tekanan darah atau hipertensi. Asam urat tinggi yang disertai dengan hipertensi, karena dipicu oleh gaya hidup seperti merokok, minum alkohol, kurang olahraga, konsumsi tinggi natrium, dan sebagainya. Juga, didukung oleh penyakit degeneratif akibat hal tersebut seperti diabetes dan kolesterol tinggi. Indeks massa tubuh yang tinggi juga menyebabkan asam urat tinggi dan hipertensi.

, ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan