Sponsors Link

Kombinasi Allopurinol Dan Simvastatin Dalam Pengobatan Asam Urat

Sponsors Link

Penyakit asam urat merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang artinya akan terjadi sepanjang waktu ketika seseorang sudah menderitanya. Kondisi penyakit asam urat tersebut dapat terjadi ketika kadar asam urat jauh diatas kadar normalnya yakni 7 mg/dl untuk laki laku dan 6 mg/dl untuk perempuan. Gejala nyeri dan pembengkakan pada setiap orang dapat terjadi berbeda beda meskipun sudah melewati kadar normalnya. Kondisi gejala nyeri tersebut dapat muncul di seluruh bagian sendi namun terutama di daerah sendi kaki.

ads

Munculnya gejala asam urat yang merupakan ciri ciri penyakit asam urat tinggi dapat disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di daerah persendian akibat tidak dapat terekskresi. Peningkatan asam urat tersebut harus dapat diatasi agar gejala yang ada bisa mereda. Dalam proses mengatasi asam urat ada beberapa upaya yang dapat dilakukan diantaranya dengan mengatur pola makan dan menghindari makanan yang mengandung purin tinggi serta menggunakan beberapa jenis obat obat yang dapat didapatkan dari resep dokter.

Obat obatan resep dokter yang digunakan tersebut haruslah sesuai dengan fungsinya dalam mengatasi penyakit asam urat yakni harus dapat menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh serta mengatasi gejala yang ada. Dalam suatu kondisi, obat asam urat seperti allopurinol harus digunakan dengan beberapa obat untuk penyakit akibat adanya dua kondisi penyakit yang diderita seperti kolesterol. Berikut ini beberapa ulasan terkait dengan penggunana kombinasi allopurinol dan simvastatin yang merupakan obat antikolesterol dalam penjelasan di bawah ini.

Kombinasi allopurinol dan simvastatin dapat digunakan sebagai dua obat yang memiliki mekanisme kerja dan fungsi sendiri sendiri. Allopurinol dalam kombinasi tersebut digunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit asam urat akibat kadar asam urat yang tinggi sedangkan simvastatin digunakan untuk mengurangi kadar kolesterol. Kedua jenis penyakit kronis tersebut memang dapat terjadi secara bersamaan. Selain fungsi dan perannya yang berbeda, kedua jenis obat tersebut juga memiliki mekanisme kerja yang berbeda pula yakni sebagai berikut.

  • Allopurinol sebagai obat untuk menurunkan kadar asam urat di dalam darah memiliki mekanisme kerja dengan menghambat salah satu enzi penting dalam proses metabolime purin menjadi asam urat yakni enzim xantin oxidase yang besar keterlibatannya dalam proses pembentukan asam urat di tubuh. Dengan hambat terhadap enzim tersebut maka asam urat dalam tubuh tidak akan terproduksi dan penumpukan asam urat yang ada dapat diekskresi perlahan oleh ginjal dan kadar asam urat di dalam tubuh dapat menurun.
  • Sedangkan simvastatin sebagai obat anti kolesterol memiliki mekanisme kerja didalam tubuh yang akan diubah menjadi metaboli aktif dan akan berkerja dengan menghambat enzim HMG Co-A Reduktasi yang mengkatalis perubahan HMG Co-A menjadi asam mevalonat sebagai langkah metabolisme awal untuk membentuk kolesterol. Melalui hambatan tersebut maka kolesterol tidak akan terbentuk sehingga kadar kolesterol di dalam tubuh akan menurun.

Jika dilihat dari kondisi mekanisem kerja masing masing obat antara simvastatin dan allopurinol tidak sama dan tidak saling mempengaruhi satu sama lain sehingga dapat digunakan secara bersamaan. Kedua jenis obat tersebut juga tidak menimbulkan interaksi satu sama lain. Kedua jenis obat tersebut biasanya digunakan malam hari sebelum tidur lebih efektif untuk menurunkan kadar asam urat maupun kolesterol. Kedua jenis obat merupakan obat obat yang sebaiknya digunakan atas resep dokter dikarenakan untuk memastikan bawah penderita benar secara medis mengalami asam urat dan kolesterol serta adanya beberapa efek samping dari obat tersebut diantaranya sebagai berikut.

  • Simvastatin, memiliki efek samping seperti kelelahan, nyeri tanpa sebab, demam, mual, sakit perut bagian atas, haus yang meningkat, kulit kering, mengantuk, sakit atau panas saat kencing, pembengkakan, nyeri otot, peningkatan berat badan, urin berwarna gelap, dan lain sebagainya yang setiap efek samping memiliki resiko muncul sendiri sendiri tergantung kondisi pasien masing masing.
  • Allopurinol, memiliki beberapa efek samping jika salah salam penggunaannya seperti demam, sakit tenggorokan, kencing lebih sedikit, mual, nyeri perut bagian atas, gatal gatal, nyeri sendi, kesemutan, gejala flu, pendarahan ketika kencing, ruam kulit, bintik unggu dan merah di bawah kulit, kehilangan nafsu makan , uring berwarna gelap, pendarahan di hidung, mulut, vagian, dan lain sebagainya.

Untuk menghindari efek samping yang ada maka sebaiknya setiap penderita asam urat maupun kolesterol harus melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu agar tepat diagnosis dan tepat obat. Dalam proses pengobatan asam urat dan kolesterol,  pengaturan pola makan juga merupakan salah satu cara utama yang dapat dilakukan agar kadar asam urat maupun kolesterol dapat turun selain menggunakan obat obatan. Penderita kolesterol dan asam urat harus menghindari makanan yang banyak mengandung kolesterol atau lemak jahat tinggi dan juga yang banyak mengandung purin tinggi.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan