Sponsors Link

10 Obat Asam Urat di Apotik yang Ampuh dan Manjur

Sponsors Link

Menderita sakit asam urat memang cukup menyiksa. Anda menjadi tidak leluasa untuk bergerak karena terjadinya pembengkakan akibat asam urat. Asam urat yang tidak segera mendapatkan penanganan bisa menyebabkan masalah yang lebih serius, salah satunya terjadi peradangan hebat. Asam urat yang sudah ke tahap peradangan bisa menyebabkan kaku sendi bahkan yang paling parah menyebabkan kelumpuhan penderitanya.

ads

Asam urat memang bukan penyakit yang datang tiba-tiba, dengan kata lain gejala asam urat muncul secara bertahap. Biasanya gejala awal muncul hanya menimbulkan nyeri yang timbul hilang pada 3-10 hari pertama. Gejala akan meningkat seiring semakin meningkatnya penumpukan asam urat dalam tubuh. Karena penyakit asam urat disebabkan terjadinya penumpukan zat asam urat dalam persendian yang dialirkan oleh darah.

Sebenarnya, asam urat bisa dicegah sebelum timbulnya gejala asam urat yang lebih parah, yakni dengan mengurangi asupan zat purin dalam tubuh. Zat purin tersebutlah yang akan terurai menjadi limbah asam urat. Zat purin masuk kedalam tubuh melalui konsumsi makanan yang mengandung zat purin tinggi seperti daging merah dan jerohan hewan. Untuk itu, mencegah asam urat yang paling ampuh adalah dengan mengurangi konsumsi jenis makanan tersebut.

Pengobatan asam urat dapat melalui beberapa cara, dengan konsumsi obat kimia, peracikan obat herbal, terapi hingga operasi pada asam urat yang paling kronis. Banyaknya penderita asam urat yang ditemukan, baik yang muda hingga tua, sehingga obat untuk penderita asam urat bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotik terdekat karena merupakan penyakit yang umum terjadi di kalangan masyarakat. Jenis obat yang dijual pun bermacam-macam, dari yang paling murah hingga yang mahal tergantung dari komposisi dan konsentrasi obat.

Baca juga:

Melalui artikel kali ini Kami akan mengulas beberapa obat asam urat di apotik, mencakup obat generik dan obat paten termasuk fungsi, cara penggunaan dan harga pasarannya. Perbedaan keduanya sebenarnya hanya di hak patennya saja.

Jenis-Jenis Obat Generik Asam Urat di Apotik

Obat generik merupakan obat yang telah habis masa patennya, sehingga obat tertentu dapat diproduksi oleh seluruh industri farmasi dan biasanya memiliki harga yang lebih terjangkau daripada obat paten. Umumnya, obat generik untuk asam urat yang dijual di apotik memiliki 5 kategori utama untuk penyembuhan, antara lain:

  • Anti-inflamasi : jenis obat generik yang digunakan untuk meredakan nyeri
  • Kortikosteroid : jenis obat yang digunakan sebagai anti radang untuk menekan reaksi imun yang diberikan dalam bentuk tablet maupun suntikan
  • Obat arthritis rheumatoid yang digunakan pada gejala awal asam urat, yang biasanya masih dikategorikan sebagai rematik
  • Imunorepresif yang digunakan untuk menekan reaksi imun, namun jarang digunakan karena menimbulkan efek samping terburuk seperti kanker karena kandungannya menyerupai racun untuk hati dan ginjal
  • Obat-obatan antioksidan yang diperoleh dari asuan makanan berupa sayuran hijau dan orange.

Obat generik yang ada di apotik biasanya dijual dengan nama dagang berupa kandungan utamanya. Biasanya satu jenis obat generik dijual dengan beberapa merk dagang dengan komposisinya yang sama karena berbeda industri pembuatnya. Berikut ini ulasan beberapa obat generik untuk asam urat yang dijual di apotik:

1. Meloxicam

Jenis obat untuk penyakit asam urat yang biasanya diresepkan untuk mengurangi rasa nyeri akibat pembengkakan asam urat. Obat ini digunakan oleh penderita asam urat yang mengalami kaku sendi yang juga disebabkan osteoporosis dan rematik arthritis. Kerja obat ini untuk meredakan nyeri asam urat relatif cepat dengan menghentika produksi asam urat berlebihan dalam darah. Selain itu juga mampu menghentikan produksi zat tertentu yang menyebabkan rasa sakit seperti prostaglandin. Obat Meloxicam bisa Anda dapatkan di apotik tanpa resep dokter karena merupakan jenis obat generic sehingga mudah diperoleh.

Harga obat ini di apotik yaitu sekitar Rp 70.000,- untuk tablet 15 mg x 5 x 10’s. Dosis yang digunakan untuk pasien berbeda tergantung keluhan yang dirasakan. Untuk yang mengalami keluhan osteoarthritis bisa mengkonsumsi 7,5 mg sekali sehari dan untuk artritis rheumatoid sekitar 15 mg sekali sehari.

Baca juga: Pantangan Makanan bagi Penderita Asam UratMakanan untuk Penderita Asam Urat.

Sponsors Link

2. Ketoprofen Gel

Obat Ketoprofen digunakan untuk meredakan rasa sakit akibat timbulnya pembengkakan pada asam urat. Obat ini biasanya digunakan untuk mencegah peradangan dan kaku sendi akibat asam urat dengan mencegah produksi zat asam urat dalam tubuh yang berlebihan. Obat ini umumnya digunakan untuk pereda nyeri pada pasien pasca operasi, namun saat ini banyak digunakan untuk meredakan nyeri sendi pada kasus asam urat.

Seperti namanya, Ketoprofen ini merupakan obat yang berbentuk gel dan untuk menggunakannya cukup dioleskan saja pada permukaan area asam urat yang mengalami bengkak. Sebaiknya obat ini digunakan sebelum terjadinya peradangan, karena obat ini lebih berkhasiat untuk meredakan bengkak akibat asam urat.

Harga Ketoprofen Gel di apotik sekitar Rp 70.000,- untuk gel 2.5% x 30 g x 1’s yang bisa digunakan dengan dioleskan 2-3 kali sehari selama 7 hari. Efek samping yang dapat ditimbulkan obat ini mencakup trauma ringan seperti luka akibat berolahraga, tendinitis (radang urat), kelainan otot rangka, keseleo, memar, nyeri setelah trauma dan bengkak.

Baca juga: Perbedaan Asam Urat dan Rematik.

3. Kortikosteroid

Jenis obat generik lainnya adalah kortikosteroid yang biasanya digunakan untuk menekan sistem imun tubuh. Obat ini juga memiliki sifat anti-aging yang sangat baik digunakan untuk kesehatan kulit. Biasanya dokter memberikan obat ini dalam bentuk tablet atau suntikan. Obat asam urat jenis kortikosteroid ini biasanya diresepkan kepada pasien asam urat yang sudah mengalami gejala yang parah.

Obat ini juga sering diberikan dalam bentuk suntikan daripada tablet yang dapat meredakan nyeri secara cepat. Penggunaan dalam waktu singkat dan pada dosis yang rendah, obat jenis ini jarang menimbulkan efek samping. Sebaliknya, jika digunakan pada dosis tinggi dan jangka waktu yang cukup lama, obat ini dapat menimbulkan efek samping seperti otot lemas, kulit memar, penipisan tulang dan juga kenaikan berat badan. Harga obat ini bervariasi tergantung merk dagangnya mulai dari Rp 10.000,- hingga Rp 30.000,-.

Baca juga: Asam Urat pada LansiaAsam Urat pada Ibu Hamil.

4. Piroxicam

Piroxicam adalah obat asam urat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit akibat pembengkakan. Rasa nyeri pada asam urat disebabkan adanya enzim prostaglandin yang bisa aktivitas kerjanya dapat dihentikan dengan obat ini.  Obat ini bisa Anda  dapatkan dengan mudah di apotik tanpa resep dari dokter. Harga Piroxicam di apotik untuk kapsul 20 mg x 120’s yaitu sekitar Rp 30.000 per kemasan yang pembeliannya harus disertai dengan resep dokter.

Piroxicam adalah obat golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) yang juga bisa digunakan untuk keluhan penyakit lain yang memiliki indikasi rasa nyeri, pembengkakan, dan peradangan sendi akibat arthritis. Bahkan obat ini juga sering digunakan untuk mengobati encok yang bekerja dengan menghalangi produksi zat tertentu.

Piroxicam sebagai obat anti inflamasi non steroid bisa digunakan untuk anak-anak diatas 12 tahun hingga dewasa. Obat ini biasanya dikonsumsi untuk mengatasi dan meredakan rasa sakit asam urat mulai dari tingkat ringan hingga tingkat menengah. Selain untuk asam urat, obat ini dapat digunakan untuk mengurangi gejala arthritis, pembengkakan, kaku sendi dan nyeri otot.

Efek samping yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan obat ini adalah munculnya gangguan pencernaa seperti mual, mulas ringan, diare, sembelit, perut kembung, kepala pusing dan juga reaksi alergi seperi ruam kulit. Aturan pakai obat ini untuk orang dewasa 20 mg setiap hari bisa dikonsumsi 2 kali sehari dengan masing-masing 10 mg. Pada masing-masing keluhan memiliki dosis yang berbeda, untuk keluhan

Baca juga: Jus untuk Asam Urat, Manfaat Lemon untuk Asam Urat.

Sponsors Link

5. Allopurinol

Obat yang digunakan untuk para penderita asam urat yang bekerja untuk menghambat proses xanthine-oxidase. Hasil penghambatan tersebut dapat menurunkan kadar asam urat berlebihan dan menurunkan resiko darah tinggi. Obat Allopurinol dapat dibeli di apotik dan bisa digunakan dari anak-anak hingga dewasa. Obat ini merupakan jenis obat yang digunakan dalam jangka panjang dan tidak memiliki efek berbahaya serta bisa digunakan untuk terapi mencegah kambuhnya asam urat.

Namun, penggunaan obat ini juga dapat menimbulkan efek samping jika digunakan pada pengguna yang memiliki reaksi pada alergi. Biasanya yang memiliki alergi pada obat tertentu dapat timbul kemerahan pada kulit disertai dengan reaksi gatal-gatal, bintik merah dan sesak nafas hingga bisa menimbulkan bengkak pada wajah. Jika Anda memiliki reaksi seperti ini, sebaiknya segera hentikan pemakaian.

Obat asam urat allopurinol bisa didapatkan di apotik dengan perkiraan harga kurang lebih Rp 20.000,- pada tablet 100 mg x 10’s. Allopurinol adalah obat yang bisa digunakan dari anak-anak hingga dewasa. Untuk orang dewasa bisa dikonsumsi 100-300 mg/hari sedangkan untuk dewasa dapat dikonsumsi hingga 800 mg/hari.

Baca juga: Khasiat Sidaguri untuk Asam Urat.

6. Probenecid

Probenecid biasanya digunakan sebagai pengganti allopurinol bagi penderita yang memiliki alergi pada obat tersebut. Biasanya obat ini digunakan untuk mencegah asam urat dan artritis asam urat dan tergolong ke dalam jenis obat uricosurics yang menurunkan level uric acid dalam tubuh dengan cara membantu ginjal membuat uric acid. Level uric acid yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat membentuk kristal asam urat yang tajam.

Obat asam urat probenecid bisa dikonsumsi 2 kali sehari atau sesuai dengan saran dokter. Bisa diminum dengan segelas air setiap dosisnya dan dikonsumsi hingga minimal 8 gelas setiap harinya yang juga berguna untuk mencegah batu ginjal. Pada dewasa bisa dikonsumsi 250 mg oral setiap 12 jam selama 1 minggu pertama Disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat ini pada saat Anda terserang asam urat parah karena justru dapat memperparah asam urat Anda.

Obat ini lebih cocok digunakan untuk asam urat sedang. Efek samping yang ditimbulkan obat ini jika Anda tidak cocok menggunakannya biasanya akan timbul rasa mual, nafsu makan hilang, pusing, muntah, gusi sakit, sakit kepala dan sering kencing. Jika efek samping tak kunjung hilang sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter. Harga obat ini sekitar Rp 260.000,- untuk tablet ukuran 500 mg x 10 x 10 biji.

Baca juga:

Jenis-Jenis Obat Paten Asam Urat di Apotik

Obat-obat asam urat golongan paten adalah jenis obat yang masih memiliki hak paten dari industri yang memproduksinya. Jadi obat paten tidak diproduksi oleh banyak industri sehingga memiliki harga yang lebih mahal karena merupakan obat hasil penelitian terbaru pakar obat. Biasanya hak paten ini hanya berlangsung selama 20 tahun, dan ketika masa patennya habis dan terjadi peningkatan permintaan konsumen maka bisa diproduksi oleh industri lain. Nah, berikut ini obat asam urat di apotik yang masuk golongan paten:

ads

1. Benoxuric Tablet

Benoxuric merupakan obat yang digunakan untuk mengobati asam urat beserta penyakit lain menjadi komplikasinya seperti gangguan fungsi ginjal. Obat ini memiliki kandungan utama allopurinol yang masuk golongan xanthine oxidase inhibitor (bersifat penghambat produksi zat tertentu). Biasanya obat ini diberikan untuk melakukan pencegahan serangan gout kronis.

Gout sendiri merupakan jenis penyakit asam urat yang sudah mencapai tahap peradangan parah. Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan obat ini adalah terjadinya reaksi alergi pada kulit seperti munculnya ruam kulit. Jadi jika pada penggunaan obat ini Anda mengalami gejala iritasi, sebaiknya segera hentikan pemakaian.

Dosis awal penggunaan obat ini biasanya dokter menyarankan 100 mg untuk 1 kali sehari secara oral, sedangkan untuk penggunaan sebagai dosis pemeliharaan bisa menggunakan 200-300 mg per satu kali sehari. Untuk membeli jenis obat paten ini lumayan mahal yakni Rp 390.000,- hingga Rp 400.000,-.

Baca juga: Bahaya Asam Urat.

2. Isoric Tablet

Isoric adalah salah satu jenis obat paten yang digunakan untuk mngobati gout atau pirai kronis.
Isoric tablet ini bermanfaat untuk mengobati hiperurisemia yang berkaitan dengan produksi asam urat yang berlebihan. Obat ini mengandung komposisi aktif allopurinol yang termasuk golongan xanthine oxidase inhibitor. Isoric diindikasikan untuk perawatan gout primer dan sekunder, termasuk juga bisa digunakan untuk perawatan leukemia, limfoma dan kondisi sejenis lainnya.

Bekerja dengan mengurangi produksi asam urat tubuh dengan menghalangi proses pembuatannya. Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan obat ini seperti diare, mual, mengalami peningkatan alkali fosfatase, serangan akut gout, ruam dan ruam makulopapular. Namun pada penggunaan dosis yang tepat, jarang terjadi reaksi efek samping tersebut.

Dosis awal penggunaan Isoric Tablet yang baik adalah 200-400 mg per hari dengan dosis maksimal 600 mg per hari. Untuk dosis pemeliharaan bisa digunakan 200-300 mg setiap hari. Obat ini juga jenis obat paten yang dijual seharga kurang lebih Rp 200.000,- pada ukuran tablet 300 mg x 5 x 10’s.

Baca juga: Penyebab Asam UratCara Mencegah Asam Urat.

3. Licoric Tablet

Obat ini juga termasuk allopurinol yang digunakan untuk mengatasi pada penderita asam urat. Pembelian obat ini harus menggunakan resep dokter yang biasanya dijual pada kemasan dos 10 x 10 caplet 100 mg. Selain digunakan pada penderita asam urat, obat ini juga digunakan untuk mengobati sindrom lisis tumor dalam kemoterapi, karena kemoterapi bisa menyebabkan terjadinya hyperuricemia akut berat. Penggunaan obat juga harus segera dihentikan apabila kelebihan asam urat sudah tidak terjadi lagi. Efek samping yang umum terjadi sama seperti golongan allopurinol lainnya, seperti terjadinya ruam kulit atau alergi pada permukaan kulit. Efek samping lainnya seperti demam, eosinophilia, hepatitis hingga terjadinya kerusakan ginjal.

Sebaiknya Licoric Tablet dikonsumsi setelah makan untuk meminimalisir terjadinya iritasi lambung dan pemakaian harus segera dihentikan apabila terjadi gejala seperti yang telah disebutkan diatas. Dosis awal untuk orang dewasa 100 mg per hari sedangkan untuk dosis pemeliharaan 200-300 mg per hari atau bisa 400-600 mg per hari untuk mengatasi gout yang cukup parah. Dosis konsumsi obat ini juga berbeda-beda pada masing-masing tujuan penggunaan, karena bisa jua dikonsumsi untuk mengatasi Hyperuricemia sekunder akibat kemoterapi, gagal jantung kongesif dan Leishmaniasis. Harga obat ini cukup terjangkau yaitu sekitar Rp 50.000,- pada ukuran kemasan 100 mg x 10 x 10’s.

Baca juga: Tanda-Tanda Asam Urat.

4. Tylonic Tablet

Tylonic tablet memiliki kandungan allopurinol yang bermanfaat untuk membantu mengobati asam urat dan penyakit batu ginjal. Umumnya, obat ini digunakan untuk mencegah peningkatan kadar asam urat pada pasien penderita kanker saat setelah dilakukan kemoterapi karena biasanya terjadi peningkatan kadar asam urat dalam tubuh akibat pelepasan sel-sel kanker yang telah mati. Penggunaan obat ini pada penderita asam bisa menurunkan resiko batu ginjal. Namun obat ini tidak boleh digunakan pada wanita hamil dan menyusui. Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan obat ini adalah terjadi mual, diare dan sakit perut. Sehingga jika efek samping tersebut timbul ada indikasi bahwa pengguna tidak cocok menggunakan jenis obat ini.

Harga obat ini untuk kemasan tablet 300 mg x 10 x 10’s adalah sekitar Rp 380.000,- yang bisa dipesan secara online maupun dibeli di apotik kimia farma. Dosis yang bisa digunakan orang dewasa 200-600 mg/hari dan pada anak-anak 10-20 mg/kg berat badan per hari. Untuk menggunakan obat ini bisa dengan menggunakan makanan.

Baca juga: Suplemen untuk Asam Urat.

Nah, itulah beberapa ulasan tentang obat asam urat di apotik, baik yang generik maupun yang paten. Sebaiknya dalam rangka penggunaan obat jangka panjang harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang menangani asam urat dan dilakukan uji klinis untuk mengetahui kadar asam urat Anda secara pasti. Penggunaan dosis yang tepat bisa meminimalisir timbulnya efek samping bagi penderitanya.

Disamping penggunaan obat medis, sebaiknya diiringi dengan konsumsi makanan sehat, terutama makanan yang minim mengandung purin, dan menghindari jenis makanan seperti daging dan jerohan untuk menghindari semakin peningkatan asam urat dalam tubuh. Sebagai upaya pencegahan, lebih baik melakukan pengecekan rutin kadar asam urat dalam darah Anda untuk melakukan pencegahan sebelum asam urat dalam tubuh semakin meningkat.

, , , , ,



Oleh :
Kategori : Pengobatan