Sponsors Link

Obat Hipertensi yang Dapat Meningkatkan Asam Urat

Sponsors Link

Pada umumnya, asam urat adalah sejenis rematik yang disebabkan oleh kristal asam urat yang menumpuk pada persendian. Penumpukan kristal ini muncul karena kadar asam urat yang melebihi batas normal dalam tubuh. Biasanya, sendi-sendi yang mengalami penumpukan kristal terdapat di jari-jari kaki, dengkul, tumit, pergelangan tangan, jari tangan, dan siku. Selain membuat nyeri, penyakit asam urat membuat persendian membengkak, meradang, terasa panas, dan kaku. Lalu, bagaimana penyebab asam urat?

ads

Asam urat yang menumpuk hingga membentuk kristal pada dasarnya adalah berasal dari asupan makanan yang mengandung natrium secara berlebihan. Kemudian berpadu membentuk kristal natrium pada jaringan lunak persendian. Kristal tersebut mengendap dan endapan ini disebut topus. Endapan ini membuat sendi meradang atau biasa disebut artritis gout. Tanda-tanda asam urat yakni ada rasa nyeri di persendian seperti jari tangan, jari kaki, lutut, dan pergelangan tangan.

Asam urat sebenarnya diperlukan tubuh untuk membentuk inti sel, namun jumlahnya hanya sedikit. Sisanya dikeluarkan melalui usus sebanyak 30 persen dan ginjal sebanyak 70 persen. Kadar asam urat tinggi dalam darah disebabkan sintesis asam urat berlebih, namun sedikit jika diekskresikan di ginjal. Jika diteliti lebih dalam lagi, penyakit asam urat disebabkan ketidakmampuan ginjal membuang asam urat secara tuntas melalui urin. Kasus lainnya, karena tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan, meski jarang ditemui.

Asam urat bukan terjadi karena sebab alamiah, mungkin saja ada faktor manusia yang menyebabkan terjadinya penyakit asam urat. Faktor-faktornya antara lain:

  • Kegemukan
  • Riwayat keluarga
  • Usia dan jenis kelamin
  • Konsumsi lebih makanan gula dan natrium
  • Kurang gerak/olahraga
  • Obat-obatan

Terlihat jelas bahwa faktor-faktor yang meningkatkan asam urat salah satunya adalah konsumsi obat-obatan hipertensi. Dengan begitu, terdapat hubungan asam urat dengan hipertensi. Lalu, obat hipertensi apa sajakah yang dapat meningkatkan dan menurunkan asam urat? Berikut pembahasannya.

1. Obat hipertensi yang meningkatkan asam urat

Obat-obatan hipertensi terwujud dalam obat diuretik yang mengandung tiazid, yang biasa dipakai untuk mengobati hipertensi. Contoh obat diuretik tiazid adalah HCT. Obat diuretik lainnya adalah obat diuretika kuat dan diuretika hemat kalium. Berikut pembahasannya.

  • Diuretika kuat, misalnya obat yang mengandung furosemid (lasix). Pada dasarnya, jika furosemid dikonsumsi sendiri (tanpa obat pendamping lain), maka dapat menaikkan kadar asam urat rata-rata sebesar sepertiga.
  • Diuretika hemat kalium, misalnya obat dengan potassium sparing diuretics.

Obat-obatan diuretik ini akan membatasi jumlah natrium melalui diet. Sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Namun, efek dari obat diuretik adalah efek vasodilatasi. Efek vasodilatasi yakni efek yang menyebabkan pelebaran pada pembuluh darah. Obat-obatan diuretik memiliki efek samping seperti:

  • Hipokalemia, yakni keadaan kadar kalium plasma yang rendah. Kecuali pada obat diuretika hemat kalium
  • Hipomagnesia
  • Impair glucose tolerance
  • Konsentrasi lemak serum meningkat
  • Konsentrasi asam urat meingkat

Obat-obatan anti hipertensi berikutnya yang berefek samping menaikkan kadar asam urat adalah beta blocker, ACEI (captoptril), dan obat-obatan bergolongan sartan. Selain itu, obat aspirin dalam dosis rendah juga turut meningkatkan kadar asam urat. Selain obat hipertensi, obat anti rejeksi pasca operasi transplantasi organ juga bisa menyebabkan kadar asam urat naik. Meski obat ini sudah diresepkan dokter.

Sponsors Link

2. Obat hipertensi yang menurunkan asam urat

Berbeda hal jika obat anti hipertensi termasuk pada golongan ARB. Obat-obatan golongan ARB seperti candesartan tergolong aman. Bahkan ada obat-obatan tertentu yang dapat menurunkan kadar asam urat, misalnya losartan. Losartan termasuk obat anti hipertensi yang dapat menurunkan asam urat. Sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan furosemid, agar penggunaan furosemid dikurangi menjadi hanya seperlima. Meski demikian, losartan tidak begitu efektif menurunkan tekanan darah tinggi dibanding furosemid.

Prosedur yang benar jika Anda memiliki penyakit asam urat dan hipertensi adalah dengan mengonsumsi furosemid terlebih dahulu. Selang beberapa jam kemudian minum losartan. Dengan begitu, akan terjadi penurunan 15 persen kadar asam urat. Obat anti hipertensi lainnya seperti amlodipin juga tidak memiliki efek samping meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Amlodipin termasuk obat anti hipertensi golongan CCB.

Pada akhirnya, apakah perlu mengganti obat anti hipertensi? Jawabannya, konsultasikan dulu pada dokter yang pernah menangani Anda. Dengan begitu, Anda akan diberi panduan mengenai obat-obat hipertensi yang sekiranya tidak menaikkan kadar asam urat.

Agar bisa mendapatkan kadar asam urat normal, sebaiknya barengi dengan gaya hidup sehat. Seperti olahraga, konsumsi makanan sesuai kebutuhan kalori, menghindari makanan dan minuman yang berpotensi menaikkan asam urat dan hipertensi, serta istirahat cukup. Dengan begitu, semoga kadar asam urat kembali normal meski sedang mengidap hipertensi. Semoga lekas sembuh.

, ,
Oleh :
Kategori : Penyebab