Sponsors Link

Penderita Asam Urat Bolehkah Makan Tahu Tempe Setiap Hari?

Sponsors Link

Tahu dan tempe merupakan salah satu menu lauk pauk yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain harganya yang murah, makanan hasil olahan kedelai ini memiliki kandungan protein nabati yang sangat kaya. Tidak hanya itu saja, tahu dan tempe dapat dijadikan berbagai menu makanan yang lezat dan sesuai dengan lidah dan kantong masyarakat.

ads

Memiliki riwayat penyakit asam urat berarti harus hati-hati dalam memilih makanan. Mengingat kandungan protein nabati yang dimiliki oleh tahu dan tempe sangat bermanfaat bagi tubuh, lalu apakah penderita asam urat boleh makan tahu dan tempe? Untuk mengetahuinya, simak alasan-alasan mengapa penderita asam urat boleh dan tidak boleh makan tahu dan tempe berikut ini.

Penderita Asam Urat Bolehkah Makan Tahu Tempe?

Kandungan protein nabati yang terkandung dalam tahu dan tempe membuat makanan ini senantiasa populer bahkan hingga ke luar negeri. Banyaknya menu makanan hasil olahan tahu dan tempe di Indonesia membuat beberapa penderita asam urat kerap kali bertanya, “Apakah penderita asam urat boleh makan tempe dan tahu? Amankah mengonsumsi tahu dan tempe sebagai lauk pauk sehari-hari?”. Dan jawabannya adalah “tergantung”.

Mempunyai penyakit asam urat berarti harus melakukan diet terhadap beberapa jenis makanan yang mengandung zat purin yang tinggi. Meskipun tahu dan tempe termasuk dalam bahan makanan yang memiliki zat purin rendah, Anda tetap saja harus memperhatikan jumlah konsumsi olahan kedelai ini. Berikut ini merupakan tips dan cara membuat lauk untuk penderita asam urat, khususnya mengolah tahu dan tempe yang baik untuk penderita asam urat menurut livestrong.com :

  1. Anda dapat menggunakan tahu sebagai menu lauk pauk pengganti daging atau jerohan. Fungsinya adalah menggantikan asupan protein yang harus dicukupi untuk kebutuhan regenerasi sel-sel yang rusak dalam tubuh Anda. Meskipun dijadikan sebagai protein pengganti daging, Anda tetap harus membatasi konsumsinya. Jangan mengonsumsi tahu atau tempe melebihi 4-6 ons dalam sehari.
  2. Gunakanlah metode memasak yang tidak melibatkan lemak jenuh. Hindari metode memasak deep fried yang menggunakan banyak minyak sayur dan campuran bumbu bersodium. Pilihlah metode memasak dengan cara memanggang, memanaskan dalam microwave atau merebusnya supaya kandungan nutrisi asli dalam tahu dan tempe tidak terkontaminasi. Mungkin Anda dapat mengganti minyak sayur dengan olive oil yang lebih ramah untuk penderita asam urat.
  3. Anda dapat mencari sayur yang rendah purin untuk menemani nasi dan lauk tahu dan tempe yang sudah Anda olah. Pilihlah sayuran yang aman bagi penderita asam urat. Mungkin Anda dapat mengonsumsi beberapa jenis sayur yang memiliki kadar purin yang sedang hingga tinggi namun konsultasikanlah dengan dokter pribadi Anda sebelumnya.
  4. Tahu dapat digunakan sebagai pengganti susu dengan lemak yang tinggi maupun mayonais dalam salad. Anda dapat mengonsumsi susu rendah lemak dan tahu yang dicampur dalam salad yang rendah purin untuk menu makanan sehat dan ramah untuk asam urat.
  5. Jangan lupa melakukan konsumsi air putih hingga 12 sehari. Hal ini akan membatu Anda untuk menjaga kadar asam urat dalam darah Anda. Selain itu, Anda juga sudah berusaha menjaga kadar ph dalam darah Anda supaya tetap netral.

Jadi kesimpulan dari pertanyaan “penderita asam urat bolehkah makan tahu tempe?” adalah boleh asalkan dalam batas wajar dan tidak setiap hari. Tahu dan tempe adalah menu lauk pauk untuk penderita asam urat yang aman dikonsumsi, asalkan konsumsinya disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat asam urat seseorang. Melakukan konsultasi dengan dokter pribadi merupakan hal penting yang harus Anda lakukan untuk memonitor kesehatan tubuh dan asam urat Anda.

Sponsors Link

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Mengonsumsi Tahu dan Tempe

Meskipun tahu dan tempe terbukti aman karena memiliki kandungan zat purin yang rendah, Anda tetap saja harus memperhatikan beberapa peringatan di bawah ini sebelum mengonsumsi tahu dan tempe sebagai lauk pauk harian Anda:

  1. Jangan mengonsumsi tahu dan tempe setiap hari. Berdasarkan artikel yang dimuat di website milik Live Strong, konsumsi tahu dan tempe yang paling baik bagi penderita asam urat maksimal 4 kali dalam seminggu.
  2. Anda dapat mengganti tahu dan tempe dengan menu makanan rendah purin namun kaya protein lainnya, seperti telur, kacang-kacangan, dan susu rendah lemak. Hal ini tentu saja akan membuat nafsu makan Anda tetap terjaga karena menu makanan Anda senantiasa berganti. Jadi Anda tidak perlu takut bosan karena menu makanan Anda yang itu-itu saja.
  3. Jangan terlalu banyak menggunakan minyak sayur ketika mengolah tahu dan tempe. Menggunakan terlalu banyak minyak sayur untuk menggoreng akan membuat tahu dan tempe Anda mengandung lemak jahat dan kolesterol tinggi yang tidak baik untuk tekanan darah dan kadar asam urat dalam tubuh Anda. Hal ini juga akan memicu obesitas atau peningkatan berat badan Anda.

Usahakan untuk menyusun menu makanan rendah purin yang variatif dan terus menerus berganti setiap harinya. Lakukanlah konsultasi ke dokter pribadi Anda tentang bagaimana menyusun menu makanan yang baik untuk asam urat Anda. Jagalah pola makan dan lakukanlah olahraga untuk menurunkan asam urat.

, , , ,