Sponsors Link

Penyakit Asam Urat: Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Sponsors Link

Asam urat atau gout merupakan sejenis penyakit persendian yang menyebabkan rasa nyeri, pembengkakan dan panas pada sendi. Semua sendi-sendi di tubuh bisa saja terkena asam urat, akan tetapi asam urat lebih sering menyerang sendi jari, pergelangan kaki dan lutut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa laki-laki lebih rentan terserang asam urat dibanding wanita, terutama pada usia 30 tahunan ke atas. Sedangkan pada wanita akan lebih rentan terserang asam urat saat setelah mengalami menopause.

ads

Sebenarnya asam urat dibutuhkan tubuh sebagai antioksidan untuk meregenerasi sel-sel yang rusak. Peremajaan sel tubuh memerlukan zat asam urat yang juga bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas. Akan tetapi, kadar zat asam urat dalam tubuh memiliki ambang batas normal. Pada kaum laki-laki, ambang batas maksimal kadar asam urat dalam tubuh yaitu 7,5 mg/dL dan untuk kaum wanita yaitu 6,5 mg/dL.

Baca juga:

Melalui artikel ini, kami akan membahas segala hal tentang penyakit asam urat yang wajib Anda ketahui, mencakup penyebab, gejala, pengobatan medis dan herbal serta upaya pencegahannya.

Penyebab Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat timbul karena menumpuknya asam urat dalam tubuh yang tidak dikeluarkan. Asam urat sebenarnya merupakan hasil dari penguraian zat purin di dalam sel-sel tubuh. Asam urat yang tidak digunakan tubuh akan dibuang melalui ginjal dalam bentuk urine dan sebagiannya lagi dibuang melalui saluran pencernaan usus besar. Nah, jika asam urat yang dibuang lebih sedikit daripada yang diterima tubuh, maka asam urat ini akan dialirkan darah dan menumpuk pada daerah persendian. Asam urat yang menumpuk membentuk kristal-kristal tajam berukuran mikro dan bermuara di dalam jaringan sendi dan dapat mengganggu lapisan lunak sendi sehingga terjadi peradangan.

Bagi orang-orang yang sedang dalam masa pengobatan atau sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti niacin, aspirin, obat penghambat enzim (ACE inhibitor), obat penghambat beta (beta blocker), diuretik, obat-obatan kemoterapi akan lebih rentan terserang penyakit asam urat. Asam urat juga lebih mudah menyerang pada seseorang yang sedang menderita penyakit ginjal kronik, diabetes, hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, osteoarthritis, psoriasis, dan sindrom metabolisme. Selain itu, asam urat juga diduga sebagai penyakit yang diturunkan secara genetik, dimana orang yang memiliki orang tua menderita asam urat maka orang tersebut memiliki potensi terserang asam urat juga.

Penyebab utama asam urat dalam tubuh adalah menumpuknya kristal yang bisa membentuk gumpalan keras (Tofi) yang dapat mengakibatkan kerusakan di tulang rawan sendi dan sekitarnya. Keadaan seperti ini yang dibiarkan saja dapat berakibat pada kerusakan sendi permanen.

Secara ringkas, berikut ini beberapa penyebab timbulnya asam urat dalam tubuh yang wajib Anda ketahui:

1. Peningkatan Kadar Asam Urat

Faktor utama penyebab penyakit asam urat adalah karena terjadinya peningkatan kadar asam urat dalam darah. Asam urat dalam tubuh memiliki ambang batas normal, sehingga ketika terjadi kelebihan dapat menimbulkan penumpukan asam urat tubuh yang memicu pembentukan kristal-kristal asam urat yang tajam. Asam urat yang tidak dikeluarkan dari tubuh akan dialirkan darah ke daerah persendian yang akan menumpuk menyerang tulang rawan sehingga akan menyebabkan pembengkakan asam urat yang ditandai dengan rasa nyeri.

Baca juga: Penyebab Asam Urat Tinggi.

2. Konsumsi Makanan yang Mengandung Zat Purin Tinggi

Seperi yang kita ketahui bawah asam urat disebabkan karena meningkatnya zat purin dalam tubuh yang akan menumpuk pada sendi menjadi kristal asam urat. Salah satu sumber terbesar masuknya zat purin dalam tubuh adalah melalui makanan. Banyak jenis makanan yang mengandung kadar zat purin tinggi yang dapat meningkatkan resiko asam urat, mulai dari daging-dagingan hingga sayur-sayuran. Seseorang yang sudah teridentifikasi sebagai penderita asam urat biasanya akan disarankan untuk menghindari makanan-makanan yang mengandung zat purin tinggi.

Jenis-jenis makanan yang dapat menyebabkan meningkatnya zat purin dalam tubuh antara lain daging merah dan jerohan hewan. Kandungan zat purin dalam daging merah seperti pada sapi yaitu sebesar 120 mg di dalam 100 gram daging. Daging merah dengan kandungan zat purin yang tinggi tidak hanya berakibat memperburuk kondisi asam urat, tapi juga berpotensi menimbulkan kolesterol tubuh meningkat dan menyebabkan penumpukan purin berlebih pada ginjal. Tidak hanya pada daging, sayur bayam dan jamur ternyata juga menjadi penyebab meningkatnya zat purin dalam tubuh. Kandungan zat purin pada bayam mencapai 57 gram pada 100 gram sayur.

Baca juga: Pantangan Makanan bagi Penderita Asam Urat.

3. Konsumsi Obat-Obatan

Seseorang yang sedang dalam masa pengobatan, biasanya mengonsumsi obat-obatan setiap hari untuk membantu proses penyembuhan. Akan tetapi, obat-obatan tertentu justru dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Sehingga jika Anda diharuskan mengkonsumsi obat tertentu dalam jangka waktu yang lama atau rutin digunakan sebaiknya mengkonsultasikan terlebih dahulu pada dokter terkait efek samping penggunaan obat tersebut apalagi jika sebelumnya Anda sudah pernah mengalami asam urat.

Sponsors Link

Jenis obat-obatan yang mengembangkan resiko gangguan asam urat antara lain:

  • Obat-obat diuretik yang biasanya digunakan untuk penyembuhan gagal jantung, tekanan darah tinggi, kongestif dan penyakit lainnya. Jenis obat diuretik yang sering dikonsumsi salah satunya Thiazide.
  • Jenis obat anti-penolakan seperti cyclosporine yang biasanya dikonsumsi setelah melakukan transplantasi organ pada beberapa kondisi rematologi.
  • Obat levodopa yang digunakan pada penderita Parkinson.
  • Penggunaan obat niacin yang digunakan untuk meningkatkan HDL dalam darah.
  • Obat yang mengandung aspirin yang dikonsumsi setiap hari pada dosis rendah juga dapat memicu meningkatkan kadar asam urat darah. Konsumsi aspirin biasanya digunakan pada penderita serangan jantung dan stroke.

Baca juga: Perbedaan Asam Urat dan Rematik.

4. Obesitas atau Kegemukan

Berat badan yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas yang meningkatkan resiko penyakit kronis lebih tinggi daripada orang yang memiliki berat badan  ideal. Orang yang mengalami obesitas memiliki pola makan yang berlebihan dan biasanya tidak memperhatikan efek samping makanan terhadap kesehatan tubuh. Pola makanan tak sehat inilah yang memicu asupan karbohidrat, protein dan lemak yang melebih kebutuhan normal tubuh. Seseorang yang mengalami obesitas terserang resiko asam urat 4x lipat lebih tinggi. Faktor kegemukan inilah yang dapat memicu munculnya gejala asam urat pada usia dini.

5. Riwayat Keluarga atau Faktor Genetik

Asam urat adalah jenis penyakit sendi yang penyebabnya bermacam-macam. Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang salah satu diantaranya menderita asam urat maka resiko ia terserang asam urat juga semakin besar. Selain pola makanan yang  tidak sehat, faktor genetik adalah faktor lain yang resikonya juga tinggi. Asam urat yang diturunkan dari warisan keluarganya justru lebih sulit diatasi atau disembuhkan daripada asam urat biasa karena secara genetik tubuh orang tersebut sudah memproduksi zat asam urat yang berlebihan dan komponen genetik yang sulit untuk diubah.

6. Konsumsi Alkohol

Peminum alkohol tingkat sedang hingga tinggi yang mengkonsumsi hampir setiap hari memiliki resiko tinggi terserang asam urat. Alkohol telah dipercaya meningkatkan kadar asam urat tubuh hingga lebih dari 90%. Pada bir dengan kandungan alkohol 40% mengandung kadar zat purin yang sangat tinggi yang dihasilkan dari proses fermentasi saat pembuatannya. Alkohol bahkan dapat merangsang produksi asam urat pada organ hati. Mengkonsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat merangsang produksi keton sebagai bahan kimia yang menimbulkan bau asam pada napas sehingga beresiko kerusakan pada ginjal. Sebaiknya jika Anda memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol, lebih baik untuk segera dihilangkan atau dikurangi.

Baca juga: Manfaat Daun Serai untuk Asam Urat

7. Kondisi Kesehatan

Asam urat dapat timbul dari hasil komplikasi dengan penyakit lain seperti diabetes, hipertensi, obesitas, kolesterol yang tinggi, hypothyroidism atau gangguan tiroid, anemia hemolitik, psoriasis serta gangguan ginjal. Seseorang yang menderita penyakit tersebut memiliki kemungkinan terserang asam urat lebih mudah. Biasanya orang yang menderita penyakit tersebut akan mengonsumsi berbagai jenis obat dimana obat-obatan tertentu yang digunakan pada penderita diabetes, hipertensi dan jantung mengandung zat purin yang tinggi. Penderita rematik juga memiliki resiko terserang asam urat.

8. Gangguan Fungsi Ginjal

Seperti yang kita ketahui bahwa ginjal berperan dalam mengekskresi urine bersama zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh salah satunya zat purin. Zat purin yang melebihi batas normal akan disaring ginjal dan dikeluarkan bersama urine. Jika seseorang mengalami gangguan pada ginjal yang menyebabkan menurunnya fungsi ginjal maka kandungan asam urat yang berlebihan dalam tubuh tidak dapat disaring oleh ginjal dan akan dialirkan darah ke bagian persendian tubuh yang menumpuk menjadi kristal-kristal asam urat tajam. Penyakit asam urat sering dikaitkan dengan gangguan ginjal seperti gagal ginjal. Sehingga gangguan pada ginjal memicu gangguan lain pada tubuh termasuk asam urat.

Baca juga: Asam Urat pada LansiaAsam Urat pada Ibu Hamil.

Sponsors Link

Gejala yang Ditimbulkan Penyakit Asam Urat

Meskipun asam urat merupakan bagian dari penyakit rematik, namun rasa sakit yang ditimbulkan asam urat lebih khas. Rasa sakit asam urat biasanya akan berlangsung 3-10 hari dan mengalami perkembangan gejala yang cepat pada beberapa jam pertama. Pada awal gejala akan timbul pembengkakan dan perubahan permukaan kulit menjadi kemerahan seperti terbakar. Biasanya pada tahap ini penderita akan merasa terganggu dan mulai tidak leluasa bergerak. Sebaiknya untuk segera menemani dokter jika Anda merasakan gejala asam urat sebelum bertambah parah.

Untuk memastikan apakah Anda menderita asam urat perlu dilakukan tes untuk mengukur kadar asam urat Anda dan melihat keberadaan kristal-kristal asam urat dalam sendi. Namun sebelum melakukan cek up medis Anda perlu mengetahui gejala-gejala asam urat berikut ini:

  • Lokasi sendi yang terasa sakit atau nyeri
  • Seberapa perkembangan gejala yang muncul dan seberapa sering gejala tersebut muncul.
  • Seberapa sering Anda mengkonsumsi makanan yang mengandung zat purin tinggi
  • Seberapa sering Anda mengkonsumsi alkohol
  • Obat-obatam pemicu penyakit asam urat yang mungkin sedang Anda gunakan atau sedang rutin dikonsumsi
  • Penyakit dengan komplikasi penyakit asam urat yang mungkin sedang Anda derita.
  • Riwayat kesehatan keluarga Anda, apakah ada keluarga Anda yang memilikii asam urat atau pernah menderita asam urat

Setelah mengetahui gejala-gejala diatas, coba perhatikan tanda-tanda yang muncul jika Anda terserang asam urat. Berikut ini beberapa tanda-tanda yang biasanya muncul pada area persendian seiring timbulnya gejala asam urat:

1. Rasa Nyeri di Sendi Kaki

Gejala awal yang ditimbulkan asam urat umumnya penderita mulai mengalami rasa nyeri. Nyeri ini biasanya dirasakan pada kaki meskipun belum muncul tanda-tanda pembengkakan. Seseorang yang terserang penyakit asam urat akan sering mengeluhkan sakit atau nyeri secara tiba-tiba. Gejala awal ini biasanya orang-orang akan mengira bahwa sedang terserang rematik.  Nyeri yang ditimbulkan karena asam urat bisa terjadi di area jempol kaki. Penderita akan mengalami kesulitan untuk menggerakan jempol kaki atau terasa nyeri pada saat berjalan. Biasanya juga ditemukan bercak merah pada jempol kaki dan apabila disentuh akan terasa sakit.

2. Warna Kemerahan pada Sendi

Mulai munculnya nyeri pada sendi biasanya diiringi dengan perubahan warna pada daerah yang sendi yang mengalami nyeri. Sendi akan mengalami kemerahan seperti terbakar. Gejala kemerahan pada sendi merupakan tanda awal timbulnya rasa terbakar atau panas pada sendi. Gejala awal asam urat seperti nyeri dan kemerahan pada sendi memang bisa muncul sewaktu-waktu dan tiba-tiba. Biasanya gejala seperti ini akan muncul pada malam hari dan bisa hilang keesokan harinya dan bisa muncul kembali. Pada kurun waktu tujuh hari memang tidak ditemukan gejala yang spesifik karena kadar asam urat dalam tubuh masih bisa dikendalikan.

Baca juga: Manfaat Lemon untuk Asam Urat.

3. Rasa Terbakar pada Bagian Tubuh Nyeri

Rasa terbakar ini dirasakan sangat panas bagi penderita asam urat seperti sedang terbakar dan  kulit akan berwarna kemerahan. Jika memang kadar asam urat dalam tubuh sangat tinggi maka rasa terbakar ini akan semakin terasa panas. Rasa panas akan muncul di sekitaran jempol dan akan terus menyebar kebagian kaki yang lainnya. Gejala ini muncul hanya sesekali saja atau bisa lebih sering pada asam urat yang lebih tinggi kadarnya.

4. Timbulnya Pembengkakan Selama 3-10 Hari

Biasanya di awal terkena asam urat adalah ketika Anda mulai merasakan nyeri berhari-hari di bagian tubuh tertentu. Gejala nyeri ini berlangsung sangat cepat diiringi dengan timbulnya pembengkakan dan nyeri semakin bertambah hebat. Hal ini akan berlangsung selama 3-10 hari pertama sejak munculnya rasa nyeri tersebut dan umumnya nyeri dirasakan pada kaki. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa pembengkakan tersebut terjadi karena adanya penumpukan zat purin dalam tubuh yang berubah menjadi kristal-kristal asam urat yang tajam.

5. Jaringan Mengeras pada Sendi

Tanda-tanda lainnya yang bisa diamati apakah Anda menderita asam urat atau tidak adalah munculnya jaringan mengeras pada daerah persendian terutama pada kaki. Gejala ini merupakan gejala lanjutan seseorang terkena asam urat yang semakin memburuk. Bagian sendi yang sakit akan terasa lebih kaku dan keras dari biasanya.

ads

6. Sendi Tidak Bisa Digerakkan

Sendi yang kaku menjadi sulit untuk digerakkan atau bahkan tidak bisa digerakkan. Jika sudah timbul pembengkakan parah biasanya sendi sudah masuk ke tahap sulit untuk digerakkan. Baca juga: Pertolongan Pertama pada Asam Urat.

7. Munculnya Benjolan Tofi

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa asam urat ditandai dengan meningkatnya kadar natrium urat atau asam urat dalam serum darah. Natrium urat yang menumpuk dalam serum darah ini akan melampaui daya larutnya sehingga berakibat serum darah menjadi sangat jenuh dan menyebabkan terbentuknya kristal-kristal tajam yang mengendap. Kristal yang mengendap ini disebut dengan tofi.

Baca juga:

Pengobatan  Herbal dan Medis untuk Penyakit Asam Urat

Asam urat biasanya diatasi secara herbal maupun secara medis. Pengobatan secara konvensionalnya, pembengkakan asam urat dapat dilakukan pengompresan dengan es batu untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. Jenis-jenis pengobatan medis yang diperlukan untuk meredakan peradangan dan nyeri adalah kelompok obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti indometasin, diclofenac, naproxen, dan etoricoxib. Biasanya obat antiinflamasi jenis seperti ini memiliki efek samping seperti maag dan gangguan pencernaan sehingga dokter biasanya mengikutsertakan obat penghambat pompa proton (PPI).

OAINS biasanya harus terus digunakan selama ada serangan penyakit asam urat hingga dirasa penyakit sudah mereda. Jika Anda tidak cocok menggunakan OAINS, Anda dapat menggunakan colchicine sebagai penggantinya yang juga berkhasiat untuk menghilangkan rasa sakit dan nyeri akibat pembengkakan. Namun obat ini juga menimbulkan efek samping berupa rasa mual dan diare jika dikonsumsi melebihi dosis yang ditentukan.

Untuk pengobatan herbal, Anda bisa mengonsumsi jenis-jenis tanaman obat  yang mampu menurunkan kadar asam urat dalam tubuh Anda.  Jenis tanaman obat yang bisa dikonsumsi penderita asam urat antara lain: cengkeh, jahe, daun sidaguri, daun sirsak, daun bidara dan daun seledri. Anda juga bisa mengkonsumsi buah-buahan yang kaya vitamin C karena dipercaya dapat memulihkan kondisi asam urat Anda, antara lain: jus buah cherry, jus lemon, jus sirsak, dan jus strawberry.

Baca juga:

Pencegahan Penyakit Asam Urat

Kadar asam urat dalam tubuh perlu dikendalikan agar tetap berada pada ambang batas normal. Pencegahan sangat penting dilakukan bagi seseorang yang memiliki resiko terserang asam urat terutama untuk seseorang yang memiliki salah seorang anggota keluarga dengan asam urat karena resiko terserang asam urat bagi keturunannya akan lebih tinggi. Beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah timbulnya asam urat antara lain:

  • Cek Kadar Asam Urat

Melakukan cek kadar asam urat secara rutin untuk mencegah asam urat ke tahap yang lebih kronis. Uji klinis adalah salah satu cara mengetahui secara pasti apakah Anda berpotensi menderita asam urat dan melakukan upaya dini pencegahan asam urat supaya tidak bertambah parah. Baca juga: Khasiat Sidaguri untuk Asam Urat.

  • Menjaga Pola Makan

Menjaga pola makanan sehat, terutama degan menghindari jenis-jenis makanan yang mengandung zat purin tinggi. Zat purin yang berlebihan menyebabkan zat tersebut akan mengendap pada daerah persendian membentuk kristal-kristal asam urat yang tajam. Baca juga: Makanan untuk Penderita Asam Urat.

  • Hindari Alkohol dan Rokok

Jika Anda seseorang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan rokok, sebaiknya jika mulai muncul tanda-tanda asam urat kurangi dan hindari mengkonsumsi alkohol. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa alkohol merupakan salah satu penyebab meningkatnya asam urat dalam tubuh.

  • Mengendalikan Berat Badan dengan Diet Sehat

Berat badan yang berlebihan dapat memicu obesitas dan meningkatkan resiko terserang asam urat. Sebaiknya, jika Anda merasa memiliki kelebihan berat badan, mulailah untuk melakukan diet sehat dengan mengkonsumsi makanan-makanan sehat tentunya jenis makanan yang tidak mengandung zat purin cukup tinggi. Mengendalikan berat badan dapat membantu menghindari dan meminimalisir timbulnya berbagai kemungkinan penyakit kronis terutama asam urat.

Baca juga: Manfaat Binahong untuk Asam UratManfaat Sambiloto untuk Asam Urat.

, , , ,



Oleh :
Kategori : Penyebab