Sponsors Link

15 Penyebab Asam Urat Tinggi dan Cara Mengatasinya serta Pencegahannya

Sponsors Link

Asam urat adalah jenis penyakit yang diakibatkan penumpukan zat purin pada persendian. Zat purin yang tidak terekskresi secara optimal akan mengalir pada darah dan menumpuk pada area sendi menjadi kristal-kristal asam urat yang tajam. Sejatinya asam urat merupakan limbah yang terbentuk dari penguraian akhir zat purin yang terkandung pada tubuh. Asam urat dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urine melalui ginjal dan sebagian kecilnya dibuang dalam bentuk tinja melalui saluran pencernaan pada usus besar. Apabila asam urat yang dikeluarkan jauh lebih sedikit daripada yang terkandung pada tubuh akibatnya asam urat tersebut akan dialirkan ke daerah sendi melalui darah dan menjadi kristal asam urat.

ads

Kristal asam urat menyebabkan rasa nyeri pada penderita asam urat karena bentuknya yang tajam dan menusuk yang mengelilingi jaringan sendi. Kristal tajam inilah yang akan masuk ke area persendian dan merusak jaringan lunak pada sendi yang dapat mengakibatkan peradangan. Penumpukan asam urat dalam tubuh yang tidak segera mendapatkan penanganan dapat mengakibatkan timbulnya peradangan yang lebih serius hingga memicu kelumpuhan, karena asam urat biasanya akan menyerang pada bagian persendian kaki, seperti jempol kaki, lutut dan pergelangan kaki.

Sebenarnya asam urat dibutuhkan tubuh sebagai antioksidan untuk meregenerasi sel-sel yang rusak. Peremajaan sel tubuh memerlukan zat asam urat yang juga bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas. Akan tetapi, kadar zat asam urat dalam tubuh memiliki ambang batas normal. Pada kaum laki-laki, ambang batas maksimal kadar asam urat dalam tubuh yaitu 7,5 mg/dL dan untuk kaum wanita yaitu 6,5 mg/dL.

Kelebihan kadar zat asam urat dalam tubuh disebabkan oleh berbagai kemungkinan, salah satunya adalah faktor pola makanan yang mengandung zat purin tinggi, seperti jerohan dan daging-dagingan. Selain dari faktor makanan, asam urat juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan bagi seseorang yang sedang menjalani perawatan, berkurangnya fungsi ginjal sebagai organ yang mengeluarkan asam urat dan juga disebabkan secara genetik atau warisan dari keluarga yang menderita asam urat serta masih banyak lagi penyebab penyakit asam urat lainnya.

Baca juga: Bahaya Asam Urat Tinggi.

Melalui artikel kali ini, Kami akan memberikan beberapa ulasan tentang penyebab penyakit asam urat dan pencegahannya. Berikut penyebab asam urat yang wajib Anda ketahui:

1. Peningkatan Kadar Asam Urat

Faktor utama penyebab asam urat adalah karena terjadinya peningkatan kadar asam urat dalam darah. Asam urat dalam tubuh memiliki ambang batas normal, sehingga ketika terjadi kelebihan dapat menimbulkan penumpukan asam urat tubuh yang memicu pembentukan kristal-kristal asam urat yang tajam. Asam urat yang tidak dikeluarkan dari tubuh akan dialirkan darah ke daerah persendian yang akan menumpuk menyerang tulang rawan sehingga akan menyebabkan pembengkakan asam urat yang ditandai dengan rasa nyeri.

Baca juga: Fungsi Asam Urat.

2. Konsumsi Makanan yang Mengandung Zat Purin Tinggi

Pada awalnya penyakit asam urat dikenal sebagai penyakit yang menyerang pada lansia. Namun saat ini juga banyak ditemukan penderita asam urat yang berasal dari umur 30 tahunan. Pemicu timbulnya asam urat pada usia dewasa disebabkan pola makanan yang tidak sehat. Seperti yang kita ketahui bawah asam urat disebabkan karena meningkatnya zat purin dalam tubuh yang akan menumpuk pada sendi menjadi kristal asam urat. Salah satu sumber terbesar masuknya zat purin dalam tubuh adalah melalui makanan. Banyak jenis makanan yang mengandung kadar zat purin tinggi yang dapat meningkatkan resiko asam urat, mulai dari daging-dagingan hingga sayur-sayuran. Seseorang yang sudah teridentifikasi sebagai penderita asam urat biasanya akan disarankan untuk menghindari makanan-makanan yang mengandung zat purin tinggi.

Jenis-jenis makanan yang dapat menyebabkan meningkatnya zat purin dalam tubuh salah satunya adalah daging merah dan jerohan hewan. Kandungan zat purin dalam daging merah seperti pada sapi yaitu sebesar 120 mg di dalam 100 gram daging. Daging merah dengan kandungan zat purin yang tinggi tidak hanya berakibat memperburuk kondisi asam urat, tapi juga berpotensi menimbulkan kolesterol tubuh meningkat dan menyebabkan penumpukan purin berlebih pada ginjal. Tidak hanya pada daging, sayur bayam dan jamur ternyata juga menjadi penyebab meningkatnya zat purin dalam tubuh. Kandungan zat purin pada bayam mencapai 57 gram pada 100 gram sayur.

Baca juga: Pantangan Makanan bagi Penderita Asam Urat.

3. Konsumsi Obat-Obatan

Seseorang yang sedang dalam masa pengobatan, biasanya mengkonsumsi obat-obatan setiap hari untuk membantu proses penyembuhan. Akan tetapi, obat-obatan tertentu justru dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Sehingga jika Anda diharuskan mengkonsumsi obat tertentu dalam jangka waktu yang lama atau rutin digunakan sebaiknya mengkonsultasikan terlebih dahulu pada dokter terkait efek samping penggunaan obat tersebut apalagi jika sebelumnya Anda sudah pernah mengalami asam urat.

Jenis obat-obatan yang mengembangkan resiko gangguan asam urat antara lain:

  • Obat-obat diuretik yang biasanya digunakan untuk penyembuhan gagal jantung, tekanan darah tinggi, kongestif dan penyakit lainnya. Jenis obat diuretik yang sering dikonsumsi salah satunya Thiazide.
  • Jenis obat anti-penolakan seperti cyclosporine yang biasanya dikonsumsi setelah melakukan transplantasi organ pada beberapa kondisi rematologi.
  • Obat levodopa yang digunakan pada penderita parkinson.
  • Penggunaan obat niacin yang digunakan untuk meningkatkan HDL dalam darah.
  • Obat yang mengandung aspirin yang dikonsumsi setiap hari pada dosis rendah juga dapat memicu meningkatkan kadar asam urat darah. Konsumsi aspirin biasanya digunakan pada penderita serangan jantung dan stroke.

Baca juga: Obat Herbal untuk Asam Urat.

Sponsors Link

4. Faktor Usia

Usia menjadi salah satu faktor munculnya gejala asam urat, karena pada umumnya seseorang lebih mudah terkena asam urat pada usia diatas 40 tahunan. Pada kaum wanita resiko terkena asam urat akan meningkat ketika sudah mengalami menopause, akan tetapi tidak menutup kemungkinan sebelum menopause dapat mengalami penyakit asam urat dengan berbagai faktor pemicunya. Semakin bertambahnya usia seseorang, maka kemampuan imunitas tubuhnya akan berkurang sehingga mudah untuk memproduksi suatu penyakit termasuk asam urat. Asam urat jarang terjadi pada usia anak-anak hingga remaja.

Penelitian terbaru menyatakan bahwa pada 10 tahun terakhir terjadi peningkatan asam urat yang menyerang usia 20 hingga 30 tahunan. Kejadian ini telah terdeteksi sejak tahun 2012 dimana sekitar 30% asam urat terjadi pada rentang usia tersebut. Hal ini dikarenakan asam urat juga dapat terjadi akibat peningkatan berat badan yang biasanya terjadi pada kaum obesitas dan pada seseorang yang menjalani pola hidup tidak sehat.

Baca juga: Asam Urat pada Lansia.

5. Faktor Jenis Kelamin

Selain faktor usia, jenis kelamin juga menjadi faktor perbedaan resiko asam urat. Asam urat lebih umum menyerang pada kaum pria daripada wanita. Pada wanita presentase terserang asam urat lebih kecil daripada pria. dan umumnya baru beresiko ketika sudah menopause, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pria beresiko terserang asam urat lebih tinggi daripada wanita karena pria tidak memiliki hormon estrogen layaknya wanita yang berperan untuk membantu proses pembuangan asam urat melalui urine. Sehingga, asam urat pada wanita lebih terkontrol karena adanya hormon tersebut. Selama kadar asam urat dalam darah masih berada pada ambang normal, asam urat tidak akan membahayakan baik pada wanita maupun pada pria. Ambang batas normal asam urat pada wanita yaitu 2,0-6,5 mg/dL dan pada pria 2,0-7,5 mg/dL.

Baca juga: Asam Urat pada Ibu Hamil.

6. Obesitas atau Kegemukan

Memiliki berat badan berlebihan tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang berkecukupan dalam hal makanan. Berat badan yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas yang dapat meningkatkan resiko penyakit kronis lebih tinggi daripada orang yang memiliki berat badan ideal. Orang yang mengalami obesitas memiliki pola makan yang berlebihan dan biasanya tidak memperhatikan efek samping makanan terhadap kesehatan tubuh. Pola makanan tak sehat inilah yang memicu asupan karbohidrat, protein dan lemak yang melebih kebutuhan normal tubuh.

Seseorang yang mengalami obesitas terserang resiko asam urat 4 kali lipat lebih tinggi. Faktor kegemukan inilah yang dapat memicu munculnya gejala asam urat pada usia dini. Berat badan yang berlebihan akan menyebabkan penekanan pada bagian sendi kaki. Pada orang yang memiliki obesitas, lemak yang berlebihan juga dapat menyebabkan berkurangnya fungsi ginjal. Sehingga asam urat yang tidak tersaring optimal oleh ginjal akan dialirkan ke bagian tubuh lain dan menumpuk pada persendian.

Baca juga: Jenis Penyakit Asam Urat.

Sponsors Link

7. Riwayat Keluarga atau Faktor Genetik

Asam urat adalah jenis penyakit sendi yang penyebabnya bermacam-macam. Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang salah satu diantaranya menderita asam urat maka resiko ia terserang asam urat juga semakin besar. Selain pola makanan yang  tidak sehat, faktor genetik adalah faktor lain yang resikonya juga tinggi. Asam urat yang diturunkan dari warisan keluarganya justru lebih sulit diatasi atau disembuhkan daripada asam urat biasa karena secara genetik tubuh orang tersebut sudah memproduksi zat asam urat yang berlebihan dan komponen genetik yang sulit untuk diubah.

Penting untuk mengetahui riwayat kesehatan keluarga Anda, terutama keluarga kecil Anda. Jika orang tua Anda menderita asam urat, Anda akan memiliki resiko terkena asam urat lebih tinggi. Dengan mengetahui riwayat kesehatan keluarga Anda, usaha pencegahan asam urat dapat menjadi lebih optimal daripada proses penyembuhannya karena asam urat yang berasal dari keturunan disebabkan oleh faktor hormonal.

Baca juga: Manfaat Sambiloto untuk Asam Urat.

8. Konsumsi Alkohol

Peminum alkohol tingkat sedang hingga tinggi yang mengkonsumsi hampir setiap hari memiliki resiko tinggi terserang asam urat. Alkohol telah dipercaya meningkatkan kadar asam urat tubuh hingga lebih dari 90%. Pada bir dengan kandungan alkohol 40% mengandung kadar zat purin yang sangat tinggi yang dihasilkan dari proses fermentasi saat pembuatannya. Alkohol bahkan dapat merangsang produksi asam urat pada organ hati. Mengkonsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat merangsang produksi keton sebagai bahan kimia yang menimbulkan bau asam pada napas sehingga beresiko kerusakan pada ginjal. Sebaiknya jika Anda memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol, lebih baik untuk segera dihilangkan atau dikurangi.

Baca juga: Perbedaan Asam Urat dan Rematik.

9. Kondisi Kesehatan

Asam urat dapat timbul dari hasil komplikasi dengan penyakit lain seperti diabetes, hipertensi, obesitas, kolesterol yang tinggi, hypothyroidism atau gangguan tiroid, anemia hemolitik, psoriasis serta gangguan ginjal. Seseorang yang menderita penyakit tersebut memiliki kemungkinan terserang asam urat lebih mudah. Biasanya orang yang menderita penyakit tersebut akan mengonsumsi berbagai jenis obat dimana obat-obatan tertentu yang digunakan pada penderita diabetes, hipertensi dan jantung mengandung zat purin yang tinggi. Penderita rematik juga memiliki resiko terserang asam urat.

Baca juga: Manfaat Daun Serai untuk Asam Urat.

10. Konsumsi Minuman yang Terlalu Manis

Minuman yang manis biasanya mengandung kadar fruktosa yang tinggi. Fruktosa merupakan zat gula alami yang terkandung pada buah-buahan.  Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minuman dengan kadar fruktosa berlebihan dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit asam urat. Pada penderita asam urat, mengkonsumsi minuman manis berlebihan juga dapat memicu timbulnya penyakit lain seperti diabetes akibat meningkatnya kadar gula darah. Bagi Anda yang sudah pernah mengalami asam urat, sebaiknya mulai menghindari minuman-minuman manis karena asam urat adalah jenis penyakit yang dapat kambuh setiap saat ketika kadar asam urat dalam tubuh meningkat kembali.

Baca juga: Khasiat Sidaguri untuk Asam Urat.

11. Mandi Malam

Bagi orang-orang dengan kesibukan yang padat, mandi malam hari menjadi hal yang biasa. Padahal dari zaman dahulu mandi malam hari dipercaya dapat menimbulkan gangguan kesehatan salah satunya adalah rematik. Asam urat merupakan cabang dari penyakit rematik yang sudah ke tahap yang lebih serius. Mandi terlalu malam dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh. Orang yang terbiasa mandi malam lebih mudah terserang nyeri sendi. Hal ini dikarenakan adanya penyempitan pembuluh darah akibat hawa dingin yang menyebabkan berkurangnya suplai oksigen ke daerah persendian. Dampak lain mandi malam bagi kesehatan yaitu penuaan dini, nyeri otot, radang sendi dan gangguan metabolisme tubuh.

Baca juga: Cara Mengobati Asam Urat dengan Daun Kelor.

ads

12. Gangguan Fungsi Ginjal

Seperti yang kita ketahui bahwa ginjal berperan dalam meng-eksresi urine bersama zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh salah satunya zat purin. Zat purin yang melebihi batas normal akan disaring ginjal dan dikeluarkan bersama urine. Jika seseorang mengalami gangguan pada ginjal yang menyebabkan menurunnya fungsi ginjal maka kandungan asam urat yang berlebihan dalam tubuh tidak dapat disaring oleh ginjal dan akan dialirkan darah ke bagian persendian tubuh yang menumpuk menjadi kristal-kristal asam urat tajam. Penyakit asam urat sering dikaitkan dengan gangguan ginjal seperti gagal ginjal. Sehingga gangguan pada ginjal memicu gangguan lain pada tubuh termasuk asam urat.

Baca juga: Tanda-Tanda Asam Urat.

13. Paparan Timbal

Paparan senyawa timbal dalam kadar yang tinggi dapat meningkatkan resiko asam urat dalam darah. Paparan timbal dapat menyebabkan gangguan asam urat karena berbahaya bagi kesehatan tubuh. Paparan timbal disinyalir juga memicu timbulnya penyakit lain. Baca juga: Manfaat Binahong untuk Asam Urat.

14. Sleep Apnea

Berdasarkan penelitian terbaru sleep apnea atau kondisi dimana seseorang tidur dengan mendengkur ternyata dikaitkan dengan kemunculan penyakit gout atau asam urat. Sleep apnea berdasarkan catatan riset menyebabkan kekurangan oksigen sepanjang malam sehingga berakibat kesulitan bernafas. Pada proses itulah asam urat dalam aliran darah akan mengalami peningkatan. Selain dikaitkan dengan asam urat, sleep apnea juga dikaitkan dengan beberapa penyakit kronis lain seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke dan gagal jantung. Sleep apnea biasanya sering dialami pada seseorang dengan berat badan berlebihan atau kaum obesitas.

Baca juga: Makanan untuk Penderita Asam Urat.

15. Makanan Laut atau Seafood

Makanan laut atau sering disebut dengan seafood adalah jenis makanan yang paling banyak digemari dari kaum muda hingga yang lanjut usia. Akan tetapi, kebiasaan mengkonsumsi makanan laut sebaiknya mulai dikendalikan apalagi jika Anda sudah berusia 40 tahunan keatas karena resiko terserang asam urat akan semakin meningkat. Meskipun sebenarnya makanan laut adalah jenis makan dengan kandungan protein hewani yang tinggi dan merupakan salah satu sumber omega-3 yang penting untuk tubuh, akan tetapi jenis makanan laut tertentu sebaiknya dikurangi apalagi jika Anda pernah menderita asam urat. Makanan laut yang berpotensi meningkatkan asam urat tubuh antara lain kerang-kerangan, udang, ikan salmon, ikan teri dan ikan sardine.

Baca juga: Jenis Penyakit Asam Urat Akut.

16. Adanya Penyakit Darah

Faktor terakhir penyebab asam urat adalah adanya gangguan pada darah. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa asam urat dialirkan pada tubuh melalui darah. Sehingga apabila terjadi gangguan pada darah seperti penyakit tekanan darah tinggi dapat menyebabkan terganggunya proses transportasi asam urat ke ginjal. Alhasil asam urat akan menumpuk dibagian tubuh tertentu dan menimbulkan benjolan tofi yang bisa muncul pada daun telinga. Sehingga asam urat juga sering dikaitkan dengan gangguan pada darah seperti pada hipertensi dimana penderitanya akan lebih mudah terserang asam urat.

Pencegahan Penyakit Asam Urat

Kadar asam urat dalam tubuh perlu dikendalikan agar tetap berada pada ambang batas normal. Pencegahan sangat penting dilakukan bagi seseorang yang memiliki resiko terserang asam urat terutama untuk seseorang yang memiliki salah seorang anggota keluarga dengan asam urat karena resiko terserang asam urat bagi keturunannya akan lebih tinggi. Baca juga: Suplemen untuk Asam Urat.

Beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah timbulnya asam urat antara lain:

  • Melakukan cek kadar asam urat secara rutin untuk mencegah asam urat ke tahap yang lebih kronis. Uji klinis adalah salah satu cara mengetahui secara pasti apakah Anda berpotensi menderita asam urat dan melakukan upaya dini pencegahan asam urat supaya tidak bertambah parah.
  • Menjaga pola makanan sehat, terutama degan menghindari jenis-jenis makanan yang mengandung zat purin tinggi. Zat purin yang berlebihan menyebabkan zat tersebut akan mengendap pada daerah persendian membentuk kristal-kristal asam urat yang tajam.
  • Jika Anda seseorang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan rokok, sebaiknya jika mulai muncul tanda-tanda asam urat kurangi dan hindari mengkonsumsi alkohol. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa alkohol merupakan salah satu penyebab meningkatnya asam urat dalam tubuh.
  • Mengendalikan berat badan dengan melakukan diet sehat. Berat badan yang berlebihan dapat memicu obesitas dan meningkatkan resiko terserang asam urat. Sebaiknya, jika Anda merasa memiliki kelebihan berat badan, mulailah untuk melakukan diet sehat dengan mengkonsumsi makanan-makanan sehat tentunya jenis makanan yang tidak mengandung zat purin cukup tinggi. Mengendalikan berat badan dapat membantu menghindari dan meminimalisir timbulnya berbagai kemungkinan penyakit kronis terutama asam urat.

Baca juga:

Penyakit asam urat saat ini mudah menyerang siapa saja tidak hanya pada lansia. Oleh karena itu, bagi Anda yang masih berusia muda sebaiknya mulai menjaga pola hidup sehat dan rutin melakukan cek kesehatan. Asam urat bukanlah penyakit yang mudah disembuhkan, asam urat adalah jenis penyakit yang hanya bisa dikendalikan dan masih memiliki kemungkinan kambuh bagi seseorang yang pernah menderita penyakit tersebut. Nah, itulah beberapa ulasan tentang penyebab asam urat dan pencegahannya yang dapat memberikan informasi untuk Anda tentang penyakit asam urat.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Penyebab