Sponsors Link

20 Perbedaan Asam Urat dan Rematik serta Pencegahannya

Sponsors Link

Asam urat dan rematik adalah jenis penyakit yang menyebabkan rasa nyeri pada tulang atau bagian tubuh di daerah persendian. Umumnya, rasa nyeri ditimbulkan akibat adanya pembengkakan pada bagian persendian dan tulang. Kemiripan dari rasa sakit yang dirasakan inilah yang membuat masyarakat menganggap bahwa kedua penyakit ini sama, sehingga pengobatan yang dilakukan pun sama.

ads

Tapi apakah sebenarnya asam urat dan rematik itu sama ataukah berbeda? Melalui artikel ini Kami akan memberikan ulasan tentang perbedaan asam urat dan rematik mulai dari penyebab, gejala, pengobatan hingga pencegahannya.

Kebanyakan masyarakat umum belum mengetahui cara membedakan penyakit asam urat dan rematik. Meskipun rasa sakit yang dirasakan hampir serupa, akan tetapi asam urat menimbulkan rasa sakit yang lebih khusus daripada rematik. Secara khas asam urat lebih menyerang daerah persendian.

Fakta ilmiahnya, asam urat merupakan bagian dari penyakit rematik atau secara gampangnya jika seseorang terserang rematik belum tentu terserang asam urat, akan tetapi jika seseorang tersebut terserang asam urat, sudah dipastikan terserang rematik. Penyakit rematik memiliki jangkauan jenis penyakit yang lebih luas dengan setiap gejala yang ditimbulkan berbeda. Untuk lebih jelasnya, baca uraian berikut ini:

Perbedaan Berdasarkan Penyebabnya

Penyebab timbulnya penyakit asam urat dan rematik tentu saja berbeda. Perbedaan ini dilihat dari faktor-faktor yang menyebabkannya timbulnya kedua penyakit tersebut. Umumnya rematik merupakan penyakit yang menyerang persendian dan struktur syaraf di sekitarnya. Penyakit rematik sendiri terdiri dari 150 lebih jenis, akan tetapi ada empat jenis penyakit rematik yang paling sering dijumpai di masyarakat.

Keluhan yang sering terjadi pada penderita rematik biasanya mengalami nyeri sendi akibat pengapuran pada tulang (menipisnya jaringan tulang rawan). Sedangkan nyeri sendi pada penderita asam urat diakibatkan karena adanya penumpukan zat asam urat pada area persendian. Secara umum, berikut perbedaan penyebab penyakit asam urat dan rematik:

  • Rematik disebabkan karena adanya pengapuran, peradangan hingga pengeroposan pada tulang. Asam urat disebabkan karena adanya penumpukan zat asam urat.
  • Rematik biasanya diderita pada usia diatas 40 tahun-an yang mulai mengalami kerusakan jaringan pada tulang, dan jika dialami pada usia kurang dari itu biasanya disebabkan karena adanya peradangan pada tulang. Untuk penyakit asam urat bisa menjangkit sejak umur 30 tahun dan umumnya terjadi pada kaum pria daripada wanita (biasanya pada wanita terjadi setelah menopause). Asam urat juga dapat menyerang wanita hamil dan lansia. Baca juga: Asam Urat pada Ibu HamilAsam Urat pada Lansia.
  • Rematik dapat disebabkan karena adanya gangguan autoimun seperti pada kasus lupus, sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi untuk melawan virus. Asam urat umumnya disebabkan karena pola makan yang tidak sehat (mengkonsumsi jeroan, daging merah hingga alkohol), berat badan berlebihan atau bisa jadi karena keturunan karena asam urat termasuk jenis penyakit genetik yang menurun.
  • Asam urat terjadi karena adanya penumpukan zat asam urat, hal ini bisa terjadi karena mengonsumsi makanan dengan kandungan purin yang tinggi. Jenis makanan yang biasanya mengandung purin seperti, daging kambing dan sapi, kerang-kerangan, teri, sarden dan juga ditemukan pada sayuran bayam. Kandungan purin yang tinggi pada tubuh akan menjadi kristal-kristal tajam pada sendi yang mana akan menimbulkan rasa nyeri.
  • Rematik dan asam urat akan mudah menyerang seseorang dengan berat badan berlebihan seperti obesitas dan pada penderita gangguan ginjal yang umumnya juga akan berpotensi terjangkit rematik dan asam urat.

Perbedaan Berdasarkan Gejalanya

Untuk mengetahui apakah seseorang terkena asam urat atau rematik, secara klinis memang lebih akurat jika dilakukan uji laboratoium. Akan tetapi, penyakit ini juga dapat dikenali secara visual dengan memperhatikan gejala yang ditimbulkan. Berikut perbedaan asam urat dan rematik dilihat dari gejala yang ditimbulkan:

Sponsors Link

  • Seseorang yang terserang penyakit rematik pada umumnya mengalami nyeri di bagian kaki dan juga bisa di bagian kepala. Untuk orang yang terkena asam urat gejala nyerinya bisa lebih sakit dibandingkan dengan rematik. Nyeri pada asam urat umumnya terjadi di persendian jari tangan dan kaki, pergelangan kaki dan lutut yang disertai dengan pembengkakan dan rasa panas.
  • Umumnya rematik ditandai dengan pembengkakan kaki, nyeri lutut, kulit yang kemerahan dan rasa nyeri di bagian sendi hingga sakit untuk digerakkan akan tetapi tidak terjadi nyeri setiap saat dan terjadi bertahap. Sedangkan pada pada penderita asam urat, gejala rasa nyeri yang ditimbulkan bisa terjadi tiba-tiba dan cepat yang dapat berlangsung selama 3-10 hari. Pembengkakan yang terjadi akibat asam urat tidak hanya pada sendi saja, tapi juga menyerang di sekitarnya hingga menimbulkan warna kulit yang kemerahan.
  • Biasanya, penderita asam urat hanya mengalami rasa nyeri dibagian tulang atau sendi yang terserang asam urat, sedangkan pada penderita rematik bisa mengalami nyeri di beberapa bagian tubuh atau dengan kata lain rasa nyeri yang ditimbulkan tidak spesifik.
  • Gejala awal yang ditimbulkan pada penderita rematik seperti seringkali mengalami kesemutan, kaku sendi, nyeri di bagian dada dan flu akut.

Perbedaan Berdasarkan Cara Mengobatinya

Pengobatan pada Rematik

Mengatasi penyakit rematik membutuhkan waktu jangka panjang dan tidak bisa hanya dengan sekali pengobatan. Biasanya penderita rematik hanya diberikan obat untuk penghilang rasa nyeri dan sebagai upaya pencegahan ke penyakit yang lebih serius. Hal serupa juga berlaku untuk penyembuhan pada penyakit asam urat.

Kedua penyakit radang sendi ini jika tidak segera ditangani akan menimbulkan penyakit yang lebih serius. Metode penyembuhan asam urat dan rematik tentu saja berbeda terkait dengan faktor penyebabnya yang berbeda. Penyembuhan dapat dilakukan dengan dua metode, yakni dengan melakukan pengobatan rutin dan berkala atau dengan pengobatan secara alami menggunakan tanaman herbal.

Jenis obat yang biasanya digunakan untuk mengurangi nyeri pada penderita rematik antara lain seperti golongan analgesik yang digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri pada bagian yang sakit akibat timbulnya prostaglandin yang menyebabkan timbulnya peradangan. Akan tetapi, obat sejenis ini umumnya menimbulkan efek samping yakni gangguan pada lambung sehingga untuk penderita rematik yang memiliki maag biasanya dokter menyarankan untuk menggunakan obat rematik yang lebih spesifik seperti celecoxib dengan efek samping yang kecil pada ginjal.

ads

Jenis obat kortikosteroid juga mampu mengatasi peradangan, akan tetapi memiliki efek samping seperti terjadinya pembengkakan, naiknya nafsu makan yang diiringi naiknya berat badan hingga emosi yang tidak stabil. Selain menggunakan obat-obatan, meredakan nyeri akibat terserang rematik dapat menggunakan cara konvensional atau secara alami. Pengobatan alami ini antara lain:

  • Menggunakan air es sebagai alternatif untuk mengompres bagian sendi yang nyeri. Seperti yang kita ketahui, air es dapat menekan rasa sakit dengan mengurangi fungsi enzim.
  • Penderita rematik alangkah lebih baiknya rajin mengkonsumsi sayur-sayuran seperti jus seledri, kubis dan wortel untuk menekan gejala yang semakin parah akibat rematik.
  • Jenis tanaman herbal juga mampu meredakan nyeri rematik dan mengurangi pembengkakan yang ditimbulkan, Anda dapat mengkonsumsi daun lidah buaya, jahe, kunyit dan rosemary.
  • Membuat ramuan jamu brotowali. Ambil sedikit batang tanaman brotowali dan rebus dengan air. Air hasil rebusan bisa dikonsumsi minimal 3 kali sehari.

Pengobatan pada Asam Urat

Untuk pengobatan pada penderita asam urat, Anda dapat mengkonsumsi colchicine dan OAINS (obat anti inflamasi). Kedua obat ini berfungsi untuk meringankan gejala penyakit asam urat yang umumnya terasa lebih sakit daripada penderita rematik biasa. Obat golongan senyawa steroid juga bisa digunakan untuk meredakan nyeri asam urat.

Untuk mencegah kambuhnya asam urat Anda dapat mengkonsumsi obat allopurinol dan menghindari makanan yang memicu timbulnya asam urat kembali. Asam urat juga dapat diobati secara tradisional atau konvensional tanpa harus mengkonsumsi obat-obatan yang berlebihan. Berikut tips yang bisa Anda lakukan untuk penderita asam urat:

  • Melakukan olahraga jalan kaki untuk memperkuat otot dan menguatkan tulang. Olahraga jalan kaki juga berperan dalam pembakaran kalori yang tentu saja akan membantu membentuk berat badan ideal. Hindari olahraga yang sekiranya membebani lutut.
  • Mengkonsumsi jenis makanan yang bersifat basa seperti jenis-jenis sayuran dan biji-bijan. Seperti yang kita ketahui bahwa asam urat terjadi karena zat yang bersifat asam yang menumpuk pada persendian, sehingga konsumsi makanan atau minuman yang bersifat basa akan menekan sifat asam pada tubuh.
  • Kandungan asam pekat pada jus buah cerry dan lemon dapat mengimbangi kadar asam urat yang tinggi pada darah dan urine. Mengkonsumsi kedua buah ini juga dapat meringankan rasa sakit pada persendian.
  • Perbanyak minum air putih. Mengkonsumsi air putih yang banyak setiap hari juga dapat menjadi salah satu pencegahan timbulnya asam urat dan dapat melarutkan asam urat pada ginjal.
  • Sari daun sosor bebek dan cengkeh juga dipercaya mampu menurunkan resiko yang ditimbulkan penyakit asam urat.

Pencegahan Asam Urat dan Rematik

Pengobatan asam urat dan rematik apabila sudah mencapai tahapan yang cukup serius bisa mengeluarkan dana yang cukup besar hingga mencapai puluhan juta rupiah. Sebelum teserang penyakit asam urat dan rematik alangkah lebih baiknya melakukan upaya pencegahan. Upaya-upaya pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mengurangi resiko nyeri di lutut dengan menjaga berat badan ideal. Berat badan yang berlebihan berpotensi menyebabkan nyeri lutut sebagai bagian tubuh yang ikut menopang berat badan Anda.
  • Menjaga pola makan dan hidup sehat. Mengkonsumsi protein ikan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan sakit nyeri tulang seperti rematik dan asam urat. Protein ikan juga salah satu sumber omega-3 yang baik untuk kesehatan tulang rawan.
  • Melakukan cek up sedini mungkin jika dirasa timbul gejala-gejala peradangan tulang dan sendi seperti yang telah disebutkan diatas.
  • Menghindari makanan yang mengandung purin berlebih seperti daging dan jerohan. Kelebihan kadar purin dapat memicu terjadinya asam urat.
  • Asam urat juga dapat dicegah dan diatasi dengan:

Demikan ulasan tentang perbedaan asam urat dan rematik beserta gejala, pengobatan dan cara penyembuhannya. Semoga bermanfaat dan jaga selalu gaya hidup Anda agar tidak terserang dua penyakit ini.

, , , , , ,



Oleh :
Kategori : Penyebab