Sponsors Link

9 Perbedaan Purin dan Pirimidin Yang Perlu Diketahui

Sponsors Link

Apakah Anda tahu, apa itu zat purin dan zat pirimidin? Seberapa pentingkah purin dan pirimidin bagi tubuh? Bagaimana perbedaan dari purin dan pirimidin?

ads

Zat purin dan pirimidin merupakan senyawa bersifat basa yang membentuk dua jenis nukleotida dalam DNA dan RNA. Purin dan pirimidin memiliki fungsi yang sama, yaitu membantu pembentukan sel penting dalam produksi DNA dan RNA, protein, pati, regulasi enzim, dan pensinyalan sel. Purin dan pirimidin merupakan senyawa organik yang membentuk cincin nitrogen dan terdapat pada makanan hewani maupun nabati. Purin secara biologis disintesis membentuk seperti nukleosida yang diproduksi dengan cara jalur metabolik dari organisme yang berbeda. Purin dtemukan di dalam molekul DNA, RNA, ATP, NADH, GTP, AMP siklik dan co-enzim A. Zat purin ditemukan di dalam makanan daging, ikan laut, ragi, kacang-kacangan, kopi, dan sebagainya. Tidak hanya itu, bahkan zat purin juga ditemukan di beberapa kandungan sayuran dan buah-buahan. Namun tidak semua ikan, sayuran, dan buah mengandung purin, melainkan hanya beberapa diantaranya saja yang mengandung purin. Sedangkan pirimidin merupakan senyawa yang dihasilkan dengan proses sintesis organik secara artifisial.

Purin dan pirimidin sangat berperan penting dalam tubuh karena keduanya berperan dalam pertumbuhan RNA dan DNA melalui proses transkip atau replikasi DNA dan berperan dalam penyimpanan energi jangka pendek. Purin dan pirimidin memiliki banyak persamaan, yaitu diantaranya sama-sama merupakan senyawa organik yang mengandung nitrogen dan berfungsi sebagai replikasi sistem biologi. Namun dibalik persamaannya, terdapat pula perbedaan purin dan pirimidin yang dapat mencirikan keduanya.

Lalu, apakah perbedaan purin dan pirimidin?

Berikut ulasan perbedaan purin dan pirimidin yang perlu Anda ketahui, yaitu sebagai berikut:

  1. Jika dilihat dari bentuknya purin berbentuk 2 basa cincin karbon (adenin dan guanin) yang mengandung 4 atom nitrogen, sedangkan pirimidin berbentuk 1 basa cincin karbon (timin dan sitosin) yang mengandung 2 atom nitrogen;
  2. Titik leleh dan titik didih purin lebih tinggi daripada pirimidin. Purin memiliki titik leleh 214 ° C, 487 K, 417 ° F, sedangkan pada pirimidin 20-22 ° C. Hal itu terjadi karena molekul purin lebih kompleks dibandingkan pirimidin, sehingga purin dalam reaksi molekulernya berpartisipasi dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan pirimidin;
  3. Jika dilihat dari proses sintesisnya, purin dapat dibuat dengan artifisial melalui sintesis purin Traube, sedangkan pirimidin dapat disisipkan di laboratorium melalui sintesis organik, seperti reaksi Bigineli;
  4. Purin berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis senyawa kimia, sedangkan pirimidin tidak berfungsi sebagai molekul prekursor;
  5. Kode genetik purin berupa A dan G (Adenin dan Guanin), sedangkan pirimidin berupa C dan T (Sitosin dan Timin);
  6. Nukloebasa yang terdapat pada purin berupa Adenin dan Guanin, sedangkan nukleobasa pada pirimidin berupa Sitosin, Timin, dan Urasil;
  7. Hasil akhir metabolisme purin menjadi uric acid atau biasa dikenal dengan zat asam urat yang sering menyerang kaki, sedangkan hasil akhir metabolisme pirimidin berupa karbondioksida (CO2), amonia, betalanin dan propionat; 
    Sponsors Link

  8. Purin bertindak sebagai molekul prekursor dalam sintesis senyawa kimia, seperti teofilin, teobromin, kafein, dan lain-lain. Sedangkan pirimidin tidak dikenal berfungsi sebagai molekul prekursor;
  9. Kelainan yang diperoleh apabila kekurangan purin maka metabolisme dalam pembentukan sel di dalam tubuh terganggu, namun apabila kelebihan purin maka akan terjadi penumpukan purin dalam sendi yang mengakibatkan asam urat berlebih atau penyakit asam urat atau biasa disebut dengan artritis gout. Selain itu, kelainan purin yang dapat terjadi adalah hipourisemia sebagai akibat dari kerusakan hati akut. Sedangkan untuk pirimidin apabila kekurangan zat pirimidin atau terjadi masalah kelainan pirimidin maka akan mengakibatkan diantaranya sebagai berikut:
  • Kelainan autosomal resesif;
  • Hereditay autosomal aciduria, dengan gejalanya anemia megaloblastik, kristal jingga dalam urine;
  • Reye’s Syndrome atau biasa disebut gangguan mitokondria hati;
  • Orotikasiduria sekunder yang disebabkan karena ketidakmampuan mitokondria memakai karbomil fosfat dan overproduksi asam orotat;
  • Terjadinya peningkatan ekskresi dari asam ortorat, urasil, dan uridin pada enzim di dalam mitokondria hati atau disebut sebagai defisiensi ornitin transkarbamoilase. Enzim tersebut dapat berdifusi keluar dari sitosol dan katalisa inten pirimidin.

Berdasarkan penjelasan tersebut mengenai perbedaan purin dan pirimidin beserta hasil metabolisme akhir yang diperoleh dari kedua senyawa tersebut pastinya memiliki dampak apabila purin dan pirimidin mengalami kelainan atau gangguan ketika proses metabolismenya. Sebenarnya semua senyawa yang terdapat dalam tubuh manusia pastilah memiliki peran dan fungsinya masing-masing, termasuk zat purin dan pirimidin.

Senyawa yang masuk ke dalam tubuh dapat diperoleh dari makanan dan minuman yang dikonsumsinya ataupun dari proses pembentukan metabolisme tubuhnya itu sendiri yang menghasilkan senyawa baru. Beberapa senyawa dalam tubuh saling berikatan dalam sistem kerjanya untuk menghasilkan senyawa lain yang dibutuhkan dalam tubuh. Proses tersebut nantinya akan berhubungan dengan proses kimiawi – biologi yang terjadi di dalam tubuh. Seluruh proses tersebut pastinya apabila mengalami gangguan dan kelainan akan merusak sistem kinerja tubuh yang menyebabkan terjadinya gangguan pada kesehatan. 

Sponsors Link

Oleh karena itu, pentingnya menjaga kesehatan tubuh sangat perlu diperhatikan melalui pola hidup yang sehat agar sistem kinerja organ tubuh di dalamnya tidak mudah rusak dan tidak terganggu. Terlihat nampak sepele mengenai peran purin dan pirimidin yang tidak diketahui oleh banyak orang, namun tanpa disadari hak tersebut sangat berperan penting bagi tubuh Anda bukan? Walaupun terdapat perbedaan purin dan pirimidin, keduanya memiliki peranan yang sangat penting dan saling terikat untuk bekerja sama dalam metabolisme tubuh.

Segala sesuatu yang kekurangan ataupun berlebih sangatlah tidak baik, termasuk juga kandungan purin dan pirimidin yang terdapat di dalam tubuh manusia. Meskipun memiliki fungsi dan peranan yang sama antara purin dan pirimidin, akan tetapi keduanya meiliki hasil akhir yang serta proses dan dampak yang berbeda. Segala sesuatu yang terlihat baik, belum tentu menghasilkan sesuatu yang baik pula apabila diproduksi secara berlebihan. Hal ini berkenaan dengan produksi purin dan pirimidin apabila keduanya mengalami kelebihan atau kekurangan serta kelainan saat berproduksi, maka akan mengalami gangguan kesehatan. Begitulan pembahasan mengenai perbedaan purin dan pirimidin. Semoga bermanfaat, terimakasih.

, ,



Oleh :
Kategori : Penyebab