Sponsors Link

10 Tanda-Tanda Asam Urat dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Asam urat merupakan sebuah kondisi dimana seseorang mengalami pembengkakan pada tulang atau persendian yang disertai dengan rasa nyeri yang hebat. Penyakit asam urat umumnya menyerang di bagian persendian jari tangan dan jari kaki, lutut dan pergelangan kaki. Seseorang yang berumur 30 tahun keatas lebih mudah diserang penyakit asam urat apalagi yang memiliki pola hidup tidak sehat. Kaum pria lebih rawan terserang penyakit asam urat, sedangkan pada wanita biasanya terjadi pada saat setelah mengalami monopause.

ads

Kebanyakan masyarakat kita masih tidak bisa membedakan antara penyakit asam urat dan rematik, alhasil seringkali melakukan pengobatan yang salah. Memang untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang terkena asam urat adalah dengan melakukan tes laboratorium untuk menguji kadar asam urat dalam tubuh. Batas kadar normal asam urat dalam tubuh adalah 7,5-8,5 mg/dL untuk pria dan 6,5-8 mg/dL untuk wanita.

Baca juga: Perbedaan Asam Urat dan Rematik.

Asam urat sebenarnya bisa dikenali dari tanda-tanda yang muncul atau dirasakan oleh penderita. Asam urat memiliki gejala yang lebih khas dibandingkan rematik atau sakit sendi biasa. Asam urat muncul karena menumpuknya kadar zat purin di dalam tubuh yang menyebabkan zat purin tersebut menumpuk pada persendian menjadi kristal-kristal asam urat. Kristal-kristal asam urat tersebutlah yang menyebabkan rasa nyeri yang hebat pada area persendian dan timbul bercak kemerahan pada permukaan kulit di bagian tubuh yang sakit.

Sebelum melakukan pengobatan pada penderita asam urat, alangkah lebih baiknya untuk memastikan terlebih dahulu apakah seseorang benar-benar terserang asam urat atau hanya nyeri sendi biasa. Hal ini bertujuan untuk memberikan penanganan dan pengobatan yang tepat. Melalui artikel ini, kami akan memberikan ulasan terkait beberapa tanda-tanda asam urat dan cara mengatasinya supaya tidak bertambah parah.

Baca juga: Jenis Penyakit Asam Urat.

1. Rasa Nyeri di Sendi Kaki

Gejala awal yang ditimbulkan asam urat umumnya penderita mulai mengalami rasa nyeri. Nyeri ini biasanya dirasakan pada kaki meskipun belum muncul tanda-tanda pembengkakan. Seseorang yang terserang penyakit asam urat akan sering mengeluhkan sakit atau nyeri secara tiba-tiba. Sakit ini biasanya diiringi dengan rasa panas dan sendi sulit digerakkan. Rasa sakit akan sering terjadi pada malam hari dan mulai mengusik tidur penderita asam urat karena seringnya nyeri yang muncul secara tiba-tiba. Gejala awal ini biasanya orang-orang akan mengira bahwa sedang terserang rematik.

Nyeri yang ditimbulkan karena asam urat bisa terjadi di area jempol kaki. Penderita akan mengalami kesulitan untuk menggerakan jempol kaki atau terasa nyeri pada saat berjalan. Biasanya juga ditemukan bercak merah pada jempol kaki dan apabila disentuh akan terasa sakit. Namun hal ini tidak dapat seratus persen membuktikan terserang asam urat, karena untuk memastikannya Anda harus cek kadar asam urat dalam darah.

Baca juga: Asam Urat pada Lansia.

2. Warna Kemerahan pada Sendi

Mulai munculnya nyeri pada sendi biasanya diiringi dengan perubahan warna pada daerah yang sendi yang mengalami nyeri. Sendi akan mengalami kemerahan seperti terbakar. Gejala kemerahan pada sendi merupakan tanda awal timbulnya rasa terbakar atau panas pada sendi. Gejala awal asam urat seperti nyeri dan kemerahan pada sendi memang bisa muncul sewaktu-waktu dan tiba-tiba. Biasanya gejala seperti ini akan muncul pada malam hari dan bisa hilang keesokan harinya dan bisa muncul kembali. Pada kurun waktu tujuh hari memang tidak ditemukan gejala yang spesifik karena kadar asam urat dalam tubuh masih bisa dikendalikan.

Sebelum asam urat menimbulkan gejala yang lebih serius sebaiknya mulai untuk menjaga pola makan sehari-hari Anda, seperti mengurangi makanan-makanan berkolesterol yang biasanya juga mengandung zat purin tinggi. Gantilah menu makan Anda sehari-hari dengan makanan sehat dan kaya vitamin C untuk menekan gejala asam urat yang lebih serius. Orang yang berpotensi terkena asam urat memang tidak bisa begitu saja disembuhkan tanpa mengalami asam urat yang kambuh lagi. Pengobatan biasanya hanya bertujuan untuk meredakan rasa sakit tanpa benar-benar menyembuhkan secara total. Penanganan yang tidak tepat juga dapat menyebabkan asam urat lebih serius.

Baca juga: Jus untuk Asam Urat.

3. Rasa Terbakar pada Bagian Tubuh Nyeri

Gejala inilah yang membedakan penyakit asam urat dengan rematik. Penderita asam urat akan dibuat gelisah dengan munculnya rasa terbakar pada bagian persendian yang terserang asam urat. Rasa terbakar ini dirasakan sangat panas bagian penderita asam urat seperti sedang terbakar dan kulit akan berwarna kemerahan.

Jika memang kadar asam urat dalam tubuh sangat tinggi maka rasa terbakar ini akan semakin terasa panas. Rasa panas akan muncul di sekitaran jempol dan akan terus menyebar kebagian kaki yang lainnya. Gejala ini muncul hanya sesekali saja atau bisa lebih sering pada asam urat yang lebih tinggi kadarnya. Bagi penderita asam urat, tentunya ini menjadi momen paling menyiksa karena Anda akan mengalami susah tidur, sudah bergerak dan perasaan gelisah setiap saat.

Baca juga: Manfaat Lemon untuk Asam Urat.

Sponsors Link

4. Timbulnya Pembengkakan Selama 3-10 Hari

Biasanya di awal terkena asam urat adalah ketika Anda mulai merasakan nyeri berhari-hari di bagian tubuh tertentu. Gejala nyeri ini berlangsung sangat cepat diiringi dengan timbulnya pembengkakan dan nyeri semakin bertambah hebat. Hal ini akan berlangsung selama 3-10 hari pertama sejak munculnya rasa nyeri tersebut dan umumnya nyeri dirasakan pada kaki. Anda akan menemukan pembengkakan di bagian sendi yang mengalami asam urat dan berwarna kemerahan pada permukaan kulitnya. Sejak munculnya pembengkakan tersebut penderita tidak dapat bergerak leluasa karena bisa menimbulkan nyeri spontan yang sangat menyakitkan.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa pembengkakan tersebut terjadi karena adanya penumpukan zat purin dalam tubuh yang berubah menjadi kristal-kristal asam urat yang tajam. Jika sudah begini, pastikan untuk tidak mengkonsumsi makanan-makanan yang berpotensi memperparah pembengkakan seperti jeroan, daging merah dan lain sebagainya yang sekiranya mengandung zat purin berlebihan. Karena jika Anda tidak menghentikan konsumsi zat purin akan berakibat pembengkakan yang semakin bertambah besar dan parah.

Untuk lebih memastikannya, mungkin Anda bisa mengingat-ingat apakah anggota keluarga Anda pernah terserang asam urat, karena penyakit ini juga salah satu jenis penyakit yang menurun secara genetik. Jika dalam rentang waktu satu minggu pembengkakan tidak kunjung berkurang, segeralah pergi ke dokter untuk mengecek kadar asam urat dalam tubuh Anda untuk memastikan apakah Anda terserang asam urat.

Baca juga: Manfaat Jahe untuk Asam Urat.

5. Jaringan Mengeras pada Sendi

Tanda-tanda lainnya yang bisa diamati apakah Anda menderita asam urat atau tidak adalah munculnya jaringan mengeras pada daerah persendian terutama pada kaki. Gejala ini merupakan gejala lanjutan seseorang terkena asam urat yang semakin memburuk. Bagian sendi yang sakit akan terasa lebih kaku dan keras dari biasanya.

Hal ini berakibat sendi akan lebih sulit digerakkan dan perlu segera dilakukan penanganan karena bisa beresiko hingga mengalami kelumpuhan. Disinilah manfaat mengetahui tanda-tanda asam urat dan cara mengatasinya untuk meminimalisir dampak yang lebih buruk akibat asam urat.

Kristal yang menumpuk pada tubuh akan keluar dari tulang rawan dan membentuk synovium, yakni lapisan lembut pada bagian persendian terutama pada kaki. Synovium ini yang menyebabkan rasa nyeri yang hebat. Kristal-kristal tajam yang menumpuk ini akan membentuk gumpalan keras pada sendi atau lebih dikenal dengan tofi. Tofi dapat memicu terjadi kerusakan di bagian tulang rawan pada sendi dan bisa menyebar ke bagian lainnya. Jika sudah dirasakan gejala seperti ini sebaiknya segera memutuskan untuk melakukan penanganan, karena keadaan seperti ini jika dibiarkan akan menyebabkan kerusakan permanen pada tulang rawan sendi dan bisa menyebabkan kaku sendi.

Baca juga: Manfaat Binahong untuk Asam Urat.

6. Sendi Tidak Bisa Digerakkan

Asam urat yang tidak segera mendapatkan menangani akan memicu gejala yang lebih seri. Asam urat tidak hanya disebabkan oleh menumpuknya zat purin saja, tapi asam urat juga merupakan akibat dari fungsi organ ginjal yang tidak bekerja dengan baik untuk menetralisir zat purin dan mengalirkannya pada urine.

Akibat berkurangnya fungsi organ ini mengakibatkan nutrisi pada makanan yang disebut zat purin tersebut akan terbawa oleh darah dan menyebar kebagian tubuh lain seperti pada persendian kaki karena seharusnya zat purin ini dikeluarkan dari tubuh. Semakin banyak asam purin yang terakumulasi akan semakin sakit nyeri yang dirasakan hingga berakibat pada sendi yang sulit digerakkan. Sehingga jika Anda sudah mengalami gejala asam urat yang cukup jelas segera lakukan pemeriksaan medis untuk penanganan lebih lanjut.

Jika Anda terkena asam urat pada sendi kaki dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan sendi tidak bisa bergerak bebas atau bahkan benar-benar tidak bisa bergerak jika kondisi semakin memburuk. Asam urat bisa mengalami penyebaran yang cepat ke bagian tubuh lain seperti pergelangan tangan dan kaki apabila tidak segera ditangani. Sendi yang sudah benar-benar tidak bisa digerakkan membutuhkan perawatan khusus untuk mengendalikan asam urat agar tidak beresiko kelumpuhan.

Baca juga: Manfaat Daun Serai untuk Asam Urat.

7. Mengalami Hiperurisemia

Hiperurisemia merupakan gejala paling khusus untuk mengetahui apakah seseorang terserang asam urat. Akan tetapi, untuk mengetahui gejala hiperurisemia Anda perlu melakukan uji urine Anda di laboratorium untuk mengetahui konsentrasi zat asam urat dalam tubuh Anda. Sebenarnya seseorang yang mengalami hiperurisemia belum dapat dipastikan terserang asam urat jika tidak mengalami gejala umum asam urat seperti nyeri, pembengkakan dan radang. Hiperurisemia ini sendiri terjadi karena adanya kelainan pada fungsi ginjal. Asam urat yang dibawa oleh nutrisi makanan sebagian besar di ekskresi pada ginjal daripada saluran cerna. Hiperurisemia yang semakin meningkat akan memicu terjadinya gout pada penderita asam urat.

Hiperurisemia sebagai indikator meningkatnya asam urat ini terjadi karena asam urat mengalami supersaturasi dan kristalisasi dalam urine yang juga dapat berpotensi menyebabkan penyakit lain seperti kencing batu yang akan menghambat sistem ekskresi pada ginjal. Sebenarnya asam urat bukanlah zat berbahaya dalam tubuh, karena asam urat dibutuhkan sebagai antioksidan dan berperan dalam proses regenerasi sel. Asam urat akan menjadi masalah jika kadarnya dalam darah melebihi ambang normal.

Sponsors Link

Baca juga: Cara Mengobati Asam Urat dengan Daun Kelor.

8. Munculnya Benjolan Tofi

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa asam urat ditandai dengan meningkatnya kadar natrium urat atau asam urat dalam serum darah. Natrium urat yang menumpuk dalam serum darah ini akan melampaui daya larutnya sehingga berakibat serum darah menjadi sangat jenuh dan menyebabkan terbentuknya kristal-kristal tajam yang mengendap. Kristal yang mengendap ini disebut dengan tofi. Tofi-tofi yang terakumulasi di daerah persendian akan menyebabkan gejala yang lebih serius seperti arthritis gout akut, rematik dan radang sendi yang semakin lama jika dibiarkan tanpa penanganan khusus akan menjadi arthritis gout kronis atau asam urat tinggi.

Benjolan tofi mirip seperti pembengkakan, namun benjolan ini memiliki bentuk yang lebih kecil namun nyeri yang ditimbulkan lebih sakit dan nyeri jika disentuh. Tofi tidak hanya muncul pada kaki saja, benjolan tofi bisa muncul di bagian tubuh lain seperti di telinga, tendon, jari-jari dan bahkan di ginjal yang biasa disebut dengan batu ginjal. Pada telinga dan jari biasanya tofi berukuran bulat kecil seperti jerawat hingga sebesar kelereng.

Baca juga: Asam Urat pada Ibu Hamil.

9. Nyeri yang Menyebar ke Bagian Sendi Lain

Penderita asam urat akan mengalami serangan gout yang menyerang hanya pada sendi tertentu dan biasanya berlangsung pada 3-7 hari. Serangan gout pertama ini sering diabaikan oleh penderitanya karena dianggap sebagai rematik biasa dan merasa akan hilang dengan sendirinya.

Kenyataannya, nyeri asam urat bisa menghilang dalam beberapa hari dan tidak terlihat gejala lain secara jelas. Penyakit asam urat memang jenis penyakit yang bertahap dari mulai dari stadium pertama hingga tahap paling kronis. 70 % gout pertama akan menyerang jempol kaki.

Serangan yang terjadi pada jempol umumnya berlangsung sebentar, kemudian bisa menyebar ke bagian lain. Menurut beberapa penelitian, urutan serangan asam urat ini juga dapat membentuk pola, yakni serangan dimulai dari ibu jari kaki, kemudian sendi tarsal kaki, pergelangan kaki, sendi kaki belakangan, pergelangan tangan, lutut dan bursa olekranon pada siku.

Baca juga: Manfaat Sambiloto untuk Asam Urat.

10. Peradangan Sendi

Asam urat dengan stadium lebih tinggi ditandai dengan bagian tubuh yang sakit mengalami peradangan hebat. Peradangan sendi ini disertai dengan rasa nyeri yang semakin bertambah parah, bengkak yang semakin besar, rasa panas yang berkepanjangan bahkan rasa sakit bukan hanya saat-saat tertentu saja, tapi justru bisa dirasakan setiap saat. Penderita yang mengalami gejala seperti ini kan dibuat gelisah dan takut dan akan segera pergi berobat. Dokter biasanya akan segera memberikan pertolongan pertama yaitu dengan memberikan obat pereda nyeri.

ads

Meskipun sakit asam urat sudah mereda, biasanya dalam selang 1 hingga 2 tahun akan terjadi asam urat yang kambuh lagi. Perlu diingat, bagi seseorang yang pernah mengalami sakit asam urat hingga ke tahap kronis akan sulit untuk sembuh secara total. Sebaiknya penderita asam urat memperbaiki pola makan supaya asam urat tidak kambuh lagi. Selang satu tahun, interval serangan asam urat semakin pendek, mudahnya terbentuk benjolan tofi dan deformasi. Deformasi ini menyebabkan perubahan bentuk pada sendi-sendi dan berakibat tidak dapat kembali ke bentuk semula dengan kata lain sudah mengalami kelainan. Hal ini disebut sebagai gejala yang irreversible.

Asam urat parah menyebabkan warna kemerahan pada kulit berubah seperti keunguan kencang dan ketika diraba terasa licin. Peradangan ini juga terasa lebih hangat dan nyeri pada saat digerakkan. Untuk keadaan yang lebih kronis lagi bagian kulit yang mengalami perubahan bisa mengelupas akibat rasa terbakar yang hebat. Membiarkan asam urat kronis mengendap pada tubuh Kita bukanlah keputusan yang tepat.

Baca juga:

Cara Mengatasi agar Tidak Semakin Parah

Jika Anda merasa mengalami tanda-tanda seperti yang sudah dijelaskan diatas, sebaiknya segera ambil keputusan untuk mencegah penyakit ke tahap yang lebih serius. Perlu menjadi catatan bahwa asam urat kronis bisa berdampak buruk juga menimbulkan penyakit lain seperti kerusakan ginjal hingga kelumpuhan. Meskipun penyakit asam urat tidak dapat disembuhkan secara total, akan tetapi paling tidak Anda bisa mengendalikan kadar asam urat dalam tubuh Anda untuk mencegah serangan yang lebih serius.

Mengenal beberapa tanda-tanda asam urat dan cara mengatasinya adalah salah satu cara untuk menangani lebih dini dampak yang ditimbulkan akibat asam urat. Saat ini telah banyak jenis obat yang dijual untuk meredakan asam urat, akan tetapi konsumsi obat saja tidak cukup untuk mengendalikan asam urat tanpa disertai dengan pola hidup sehat yang lebih baik. Hal ini mengingat salah satu pemicu terbesar munculnya asam urat karena terakumulasinya zat purin yang menumpuk pada tubuh yang terbawa dari makanan yang mengandung zat purin tinggi. Langkah apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikan asam urat supaya tidak bertambah parah? Baca ulasan berikut ini:

  • Mengurangi Konsumsi Makanan yang Mengandung Zat Purin

Sebaiknya jika Anda sudah mengenali beberapa tanda-tanda yang muncul akibat penyakit asam urat mulailah untuk menghindari makanan yang mengandung zat purin tinggi. Makanan yang mengandung zat purin tinggi ada berbagai macam mulai dari daging-dagingan hingga sayur-sayuran. Jenis daging yang wajib dihindari antara lain daging sapi, daging bebek, daging kalkun dan daging domba. Sedangkan jenis sayuran yang juga harus dihindari antara lain seperti bayam dan jamur, karena kedua sayur ini mengandung purin paling tinggi ketimbang jenis sayur lain. Anda juga jangan mengkonsumsi jerohan karena kandungan zat purinnya juga cukup tinggi.

Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung zat purin tinggi dapat membantu menekan kadar zat purin dalam darah sehingga memberikan kesempatan pada ginjal untuk mengekskresi zat purin dalam tubuh. Sebagai gantinya, makanlah makanan yang memicu untuk menurunkan kadar asam purin dalam tubuh seperti buah apel, lemon, jeruk sirsak dan lainnya.

Baca juga: Pantangan Makanan bagi Penderita Asam Urat.

  • Mengonsumsi Obat Herbal untuk Menurunkan Resiko Asam Urat Tinggi

Disamping mengomsumsi obat kimia, akan lebih lagi jika Anda mengkonsumsi obat herbal. Ramuan obat herbal bisa Anda buat dengan mudah. Obat herbal ini dibuat dari bahan-bahan alami pada tanaman toga seperti cengkeh, sambiloto, daun sidaguri, daun salam dan jenis daun-daun herbal lainnya. Mengomsumsi obat herbal dapat membantu menurunkan resiko asam urat yang lebih parah lagi. Selain mengonsumsi obat herbal, Anda juga harus menjaga berat badan ideal, karena orang dengan kelebihan berat badan mengalami resiko asam urat lebih besar.

Baca juga: Obat Herbal untuk Asam Urat.

  • Melakukan Uji Laboratorium

Sebaiknya jika sudah mengalami tanda-tanda asam urat secara jelas, segera lakukan uji klinis untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang terkena asam urat. Dengan mengetahui indikasi penyakit asam urat lebih dini akan meminimalisir timbulnya penyakit yang lebih parah dengan melakukan pengobatan rutin

Demikian itu beberapa ulasan tentang tanda-tanda asam urat dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda dan dapat menekan resiko akibat penyakit asam urat. Segera tangani asam urat Anda jika mengalami tanda-tanda di atas.

, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Pencegahan