Sponsors Link

Zat Purin : Pengertian Fungsi, Jenis Makanan dan Efeknya

Sponsors Link

Apa itu zat purin? Apa fungsinya zat purin bagi tubuh? Jenis makanan apa saja yang mengandung purin tinggi? Bagaimana efeknya apabila tubuh kekurangan atau kelebihan zat purin?

ads

Zat Purin

Zat purin merupakan senyawa alami yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu purin adenin dan guanin. Purin ditemukan dalam sel-sel tubuh dan diperoleh dari berbagai jenis makanan dan minuman. Zat purin mengandung struktur cincin ganda yang terdiri dari enam sisi dan masing-masing cincin zat purin terdiri dua atom nitrogen. Menurut ilmuan, senyawa purin mirip dengan pyrimidine yang berfungsi membentuk darah dan gen dalam tubuh manusia. Zat purin merupakan salahsatu zat terpenting bagi manusia karena sebagai pembentuk DNA sehingga membuat setiap manusia memiliki keunikan dan karakteristik berbeda. Sebenarnya, zat purin tidak berbahaya bagi tubuh, hanya saja bagi penderita asam urat perlu mengurangi asupan zat purin yang masuk ke tubuh.

Lalu, apa fungsi zat purin bagi tubuh manusia?

Fungsi Zat Purin

Berikut ini beberapa fungsi zat purin yang sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi tubuh manusia, yaitu diantaranya:

  1. Membentuk Sel-Sel Baru

Tak dapat dipungkiri, setiap manusia memiliki siklus hidupnya sendiri sehingga selama siklus hidupnya pastilah mengalami regenerasi sel atau pembentukan sel-sel baru untuk menggantikan sel tubuh yang rusak. Oleh karena itu, biasanya anak-anak dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung purin atau protein tinggi.

  1. Membentuk DNA dan RNA Dalam Tubuh

Setiap manusia memiliki kode DNA dan RNA yang berbeda-beda, sekalipun seseorang tersebut dikatakan kembar identik. Pembentukan DNA dan RNA dalam tubuh dibantu oleh zat purin, sehingga zat purin memiliki peran yang penting bagi tubuh.

  1. Penyimpan Energi Jangka Pendek

Manusia selalu melakukan aktivitas setiap harinya, sehingga pastinya memerlukan energi dalam melakukan aktivitas tersebut. Energi yang diperoleh dari dalam tubuh memiliki dua sifat, yaitu energi jangka panjang dan energi jangka pendek. Energi jangka panjang dibutuhkan selalu oleh manusia dalam melakukan siklus hidupnya, sedangkan energi jangka pendek biasanya dibutuhkan hanya ketika saat itu saja seseorang melakukan aktivitas. Seperti halnya seseorang atlit yang membutuhkan asupan energi untuk latihan. Pada saat akan latihannya, atlit tersebut membutuhkan energi agar bisa berlatih dengan baik. Caranya, dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung purin sebagai penyimpan cadangan energi jangka pendek, tetapi masih dalam batas normal (tidak berlebihan). Sehingga makanan berpurin tersebut tidak setiap hari atau seterusnya dikonsumsi, melainkan ketika akan melakukan latihan saja agar tubuh memiliki cukup energi dalam beraktivitas.

Berdasarkan fungsi tersebut, purin sangatlah berperan dalam metabolisme tubuh manusia dan bersifat tidak membahayakan. Namun, zat purin dapat berubah menjadi berbahaya apabila sistem metabolisme tubuh terganggu sehingga ketika sistem metabolisme terganggu, maka penyerapan purin dalam tubuh menjadi terganggu pula dan purin tidak dapat larut dalam darah. Hal ini mengakibatkan purin mengkristal dan mengendap di bagian persendian. Selain itu, purin dapat dikatakan berbahaya apabila dikonsumsi secara berlebihan yang menyebabkan kinerja ginjal menjadi berat dalam mengolah senyawa ini.

Sponsors Link

Daftar makanan yang memiliki purin tinggi, yaitu:

  1. Jeroan

Jeroan merupakan organ dalam pada hewan yang terdiri dari hati, ampela, jantung, lidah, babat, usus, paru, otak, ginjal, dan lain-lain. Jeroan yang bisa dikonsumsi kebanyakan orang, yaitu jeroan sapi, kambing, ayam. Jeroan memiliki kandungan zat purin yang tinggi dan mengandung lemak jenuh. Apabila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Namun, apabila dikonsumsi secukupnya, tidak akan mengalami permasalahan bagi kesehatan, akan tetapi khusus penderita asam urat sangat tidak diperbolehkan mengkonsumsi jeroan.

  1. Daging Merah
ads

Daging yang memiliki zat purin tinggi, yaitu daging babi, rusa, sapi, kelinci, kalkun, sapi, unggas, bebek, burung, domba, angsa, kuda, dan lain-lain. Daging merupakan makanan yang mengandung protein hewani dan kandungan protein hewani tersebut sangat dibutuhkan dalam asupan gizi bagi tubuh manusia. Akan tetapi, perlu diperhatikan khususnya bagi penderita asam urat dalam mengkonsumsi daging karena banyak diantaranya yang mengandung zat purin tinggi. Batas jumlah protein hewani dalam tubuh sekitar 6 ons per hari.

  1. Seafood (makanan laut)

Makanan yang termasuk golongan seafood, yaitu makanan yang berasal dari daging hewan laut, seperti ikan laut untukk asam urat, udang, kepiting, kerang, lobster, makarel, tiram, cumi-cumi, gurita, remis, dan lain-lain.  Namun, tidak semua jenis ikan laut mengandung zat purin tinggi. Ikan yang memiliki purin tertinggi adalah ikan sarden. Ikan laut lainnya yang memiliki zat purin, yaitu antara lain ikan kakap, ikan bandeng untuk asam urat, ikan tuna, ikan kod, bulefish, dan lain-lain. Makanan laut atau seafood memang sangat baik untuk kebutuhan nutrisi omega 3 bagi tubuh, namun teruntuk makanan laut yang mengandung zat purin tinggi sebaiknya dikurangi dan dibatasi jumlah asupannya.

  1. Buah-buahan Tertentu

Ada beberapa macam buah-buahan yang mengandung zat purin tinggi, yaitu di antaranya anggur, durian, alpukat, kelapa muda, melinjo, dan lain-lain. Anggur merupakan sumber zat purin tertinggi, sehingga menjadi pantangan bagi penderita asam urat. Buah memang sangat baik bagi kesehatan tubuh dan vitaminnya sangat diperlukan oleh tubuh, namun konsumsi buah-buahan yang mengandung purin tentunya harus sangat dibatasi agar tidak membahayakan tubuh.

  1. Ragi

Ragi yang memiliki purin tertinggi adalah ragi yang telah difermentasi, seperti tape atau produk lainnya. Namun, untuk makanan lainnya yang mengandung ragi juga mengandung zat purin tetapi tidak setinggi dari makanan ragi yang telah difermentasi. Mengkonsumsi makanan beragi juga perlu dibatasi, bahkan jika perlu dihindari khususnya bagi penderita asam urat, terutama tape.

  1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati terbaik dan kandungan gizinya dibutuhkan oleh tubuh, namun sebagian besar kacang-kacangan mengandung zat purin yang tinggi. Beberapa macam kacang-kacangan yang memiliki purin tinggi, yaitu lentil, kacang lima, kacang merah, kacang navy, melinjo, dan lain-lain. Tidak hanya kacang-kacangannya saja yang mejadi pantangan bagi asam urat karena mengandung purin tinggi, tetapi berbagai jenis makanan olahan yang mengandung sari kacang juga sebaiknya dibatasi atau dihindari karena mengandung purin.

  1. Coklat, Teh, Kopi

Coklat yang berasal dari biji kakao dan teh memiliki kandungan theobromine yang mirip dengan struktur kafein, sehingga mengandung zat purin tinggi. Selain itu, pada kopi tentunya sangat mengandung kafein yang di dalamnya terdapat zat purin, terutama kopi hitam. Coklat, teh, dan kopi tidak hanya terdapat dalam minuman, tetapi pada makanan yang mengandung cita rasa coklat, teh, dan kopi juga menjadi pantangan bagi penderita asam urat.

  1. Sayur-sayuran Tertentu

Sayur memang sangat baik bagi kesehatan tubuh karena sebagai pemenuhan asupan gizi, vitamin dan serat dalam tubuh. Namun ada beberapa sayuran yang mengandung zat purin tinggi, seperti tomat, kangkung, sawi, kol, daun singkong dan lain-lain yang mengandung klorofil. Sayuran yang mengandung klorofil ditandai dengan warna hijau pada daunnya. Teruntuk jenis sayur yang memiliki zat purin tinggi lebih baik dikurangi jumlah asupannya dalam tubuh, khususnya bagi penderita asam urat sebaiknya dihindari mengkonsumsi sayuran tersebut.

Lalu, apa efeknya jika tubuh kekurangan dan kelebihan zat purin?

Sponsors Link

Efek Samping Zat Purin

Zat purin memang dibutuhkan di dalam tubuh manusia untuk membantu kinerja metabolisme tubuh. Apabila seseorang melakukan diet purin sehingga menyebabkan kandungan zat purin di tubuh menjadi rendah, maka sistem metabolisme tubuh akan terganggu, seperti diantaranya tubuh tidak dapat membentuk kembali sel-sel yang rusak dan tubuh tidak dapat menyimpan cadangan energi untuk beraktivitas dalam jangka pendek. Namun sebaliknya, jika seseorang mengalami kelebihan zat purin dalam tubuh, maka akan mengakibatkan beberapa penyakit, diantaranya:

  • Asam urat tinggi;
  • Rematik;
  • Kerusakan Ginjal; dan lain-lain.

, ,



Oleh :
Kategori : Penyebab